Isyarat Tangan Tzu Chi

    Isyarat tangan adalah bahasa yang mengutamakan komunikasi manual, bahasa tubuh, dan gerak bibir, bukannya suara, untuk berkomunikasi. Kaum tunarungu adalah kelompok utama yang menggunakan bahasa ini, biasanya dengan mengkombinasikan bentuk tangan, orientasi dan gerak tangan, lengan, dan tubuh, serta ekspresi wajah untuk mengungkapkan pikiran mereka. Isyarat tangan tidak hanya digunakan oleh kaumtuna rungu, di Tzu Chi banyak melakukan isyarat tangan yang dikombinasikan dengan lagu khas Tzu Chi sendiri. Isyarat tangan sendiri memiliki ungkapan penafsiran ekspresi melalui gerakan-gerakan yang dipadukan dengan lagu tersebut.

    Tradisi isyarat tangan di Tzu Chi berawal pada tahun 1981 ketika Master Cheng Yen mengunjungi seorang anak tunarungu. Saat itu beliau kesulitan untuk berkomunikasi dengan anak tersebut. Tergerak oleh rasa welas asih yang mendalam, Master Cheng Yen mengimbau murid-muridnya dan para relawan Tzu Chi untuk mempelajari isyarat tangan agar mengatasi kendala seperti yang pernah dialaminya itu.

    Sejak saat itu, isyarat tangan bukan hanya sebagai sarana komunikasi, melainkan juga dikembangkan dan dikemas menjadi pertunjukan yang menarik dan mengharukan hati penontonnya, dan menjadi budaya yang yang sering ditampilkan dalam acara-acara Tzu Chi. Isyarat tangan telah menjadi budaya Tzu Chi. Dalam berbagai kegiatan, isyarat tangan sering kali menjadi aktivitas bersama yang dapat memper erat interaksi antara relawan, masyarakat, maupun para penerima bantuan. Isyarat tangan sering dipertunjukan di depan umum pada acara-acara khusus di Tzu Chi seperti pada: Perayaan Hari Ibu, Perayaan Hari Guru, Bazaar Amal Tzu Chi, Mandarin Day, Hari Penting di Tzu Chi dan pada saat Tzu Shao (kegiataankerelawanan). Perayaan di Tzu Chi takakan bermakna apabila tidak ada penampilan isyarat tangan.

    Dalam Isyarat Tangan, dibutuhkan konsentrasi karena apabila tidak konsentrasi maka gerakanakan tidak senada dengan keharmonisan melodi music. Selain itu, isyarat tangan juga membutuhkan kekompakan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, kerjasama sangat dibutuhkan pada saat melakukan isyarat tangan.

    Gerakan isyarat tangan biasanya di sesuaikan dengan tema lagu. Apabila lagu isyarat tangan semangat, maka gerakannya akan tegas dan membutuhkan banyak power. Sedangkan apabila lagu isyarat tangan mellow, gerakan isyarat tangan akan diperlembut dan menunjukan sisi keindahan.
Di Tzu Chi sendiri biasanya diperlombakan isyarat tangan antar kelas pada saat acara Mandarin Day. Tiap-tiap kelas akan menunjukan kebolehan mereka di depan umum. Persaingan antar kelas ini membuat daya juang anak-anak di sekolah Cinta Kasih Tzu Chi semakin besar. Setiap tahunnya, pemenang isyarat tangan antar kelas selalu bergilir, karena penilaiannya cukup ketat dan membutuhkan kerjasama antara satu dengan yang lainnya. Biasanya juri-juri yang menilai berasal dari kalangan direktur, kepala sekolah dan Shigu.

    Isyarat tangan Satu Keluarga adalah judul sebuah lagu yang sering dinyanyikan dalam kesempatan sosialisasi ataupun baksos kesehatan Tzu Chi. Irama lagunya sederhana, disertai dengan isyarat tangan yang mudah diikuti. Melalui lagu dan isyarat tangan ini, suasana menjadi lebih hangat, dan semuanya melebur menjadi satu keluarga dalam keluarga besar Tzu Chi.

    Dalam menyebarkan ajaran Dharma (kebajikan) pada masyarakat luas, isyarat tangan juga dikemas dengan melodi dan drama musikal, membentuk suatu pementasan sutra yang indah dan menggugah. Beberapa pementasan sutra yang pernah ditampilkan oleh relawan Tzu Chi Indonesia mencakup: Sutra Bakti Seorang Anak, Sutra Pertobatan Air Samadhi, Sutra Makna Tak Terhingga (Wu Liang Yi Jing), dan Sutra 37 Faktor Pendukung Pencapaian Pencerahan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'
Phone: 021-54397462
Fax: 021-54397573
Jl. Kamal Raya Outer Ring Road No.20
Cengkareng, Jakarta Barat 11730