Mengubah Sampah Menjadi Emas

Awan menyelimuti kalbu, rintik hujan membasahi rerumputan pagi ini, kulihat embun pagi yang menyelimuti sinar mentari pagi yang kulihat hanyalah cahaya di ujung sana. Namun pagi ini aku harus bergegas pergi ke Sekolah untuk berjumpa dengan guru dan teman-temanku. Ini adalah awal untuk memulai hari yang baru. Aku melihat di ujung sana, banyak sekali kawan-kawanku yang berlari menghampiriku.

Pukul 07.30 telah tiba, Ibu guruku meminta kami agar kami cepat berbaris rapi. Hari ini di Sekolah kami akan mengadakan kegiatan Tzu Shao, kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan siswa agar peduli terhadap lingkungan mereka. Tidak hanya di lingkungan rumah saja, tetapi kita harus peduli terhadap lingkungan yang lainnya. Kita bisa melestarikan lingkungan dengan memulai dari hal yang kecil, seperti membuang sampah di tempat sampah. Selain itu, kita dapat melakukan hal utama dalam melestarikan lingkungan yaitu, dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Prinsip ini umumnya sering digunakan di lingkungan sekitar, terutama sekolah. Tetapi jika kita lihat, banyak sekali siswa yang berpendidikan tidak dapat menerapkan prinsip tersebut. Selain itu, kita dapat melihat hal-hal yang mempengaruhi mereka, sehingga mereka tidak memedulikan lingkungan mereka sendiri. Padahal faktanya, dengan menerapkan prinsip 3R tersebut, hidup kita akan menjadi sehat dan terhindar dari segala penyakit.

 

Tzu shao men sedang memilah sampah

Sekolah adalah tempat yang mengajarkan kita tentang arti “Peduli Lingkungan”. Oleh sebab itu, sejak dini kita harus menanamkan hal-hal yang positif sehingga kita dapat mengubah pola pikir dan hidup untuk sebagian banyak orang. Kita dapat melakukan hal yang paling kecil seperti, memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai untuk diolah kembali menjadi barang yang bernilai jual. Selain itu, guru kami juga selalu menasihati anak murid untuk selalu membudidayakan sampah yang ada dengan cara mengumpulkanya dan membawa ke sekolah untuk dibawa ke depo daur ulang yang dimiliki sekolah.

Tzu shao men di dampingi relawan sekolah dalam memilah sampah

Kalian mungkin tidak berpikir bahwa sampah yang menumpuk dapat merusak pandangan mata dan menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga dapat mengganggu pernafasan.Tapi,dengan adanya penerapan prinsip 3R ini kita dapat mengurangi sampah yang ada. Apakah kalian tidak berpikir bahwa kita dapat mengolah sampah dari yang terlihat tidak berguna menjadi ”emas”.

Tzu shao men foto bersama setelah kegiatan selesai

Dalam kegiatan ini saya menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan, tidak hanya membawa dampak positif saja tetapi terdapat beberapa hal yang sangat menguntungkan bagi masing-masing individu. Kita tidak hanya diajarkan untuk memanfaaatkan barang-barang bekas saja. Tetapi, kita semua diajarkan untuk mengerti dan mengetahui secara luas tentang pentingnya menjaga lingkungan. Lingkungan yang bersih adalah dambaan bagi setiap orang. Jika kita perhatikan, begitu besar manfaat yang kita peroleh dari melestarikan lingkungan. tidak hanya sebatas kata-kata tetapi kita harus menunjukan kepedulian kita terhadap lingkungan dalam bentuk perbuatan. (Angel, Daffa, Novika)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'
Phone: 021-54397462
Fax: 021-54397573
Jl. Kamal Raya Outer Ring Road No.20
Cengkareng, Jakarta Barat 11730