Merangkai Bunga, Filosofi Dasar Pendidikan Tzu Chi

    Sistem pengajaran Sekolah Tzu Chi memang terbilang unik.Selain pendidikan formal,para murid juga diajarkan tata karma, kekompakan,saling menyayangi, dan memberi. Semua itu dirangkum dalam sebuah pengajaran yang disebut Budaya Humanis.Salah satu Budaya Humanis yang diajarkan adalah merangkai bunga.

    Merangkai bunga merupakan kegiatan sederhana yang kaya makna.Dalam pembelajaran merangkai bunga bukan hanya keindahannya saja yang dinilai dengan ragam bunga yang digunakan dan susunan artistiknya melainkan kita harus merangkai dengan kaidah-kaidah dan filosofi yang ada.Ada tiga nilai yang diajarkan dalam pelajaran merangkai yaitu zhen(kebenaran) ,shan(kebajikan) ,dan mei(keindahan).

    Tiga nilai tersebut adalah filosofi dasar yang wajib diterapkan dalam rangkaian bunga.Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat dipelajari,diserap ,serta dipraktekan dalam kehidupan.Sehingga menciptakan karakter dengan kepribadian yang baik dan kreatif. Zhen atau kebenaran merupakan filosofi utama dalam merangkai bunga.Dalam rangkaian bunga zhen dilambangkan dengan bunga atau daun tertinggi dan lurus ke atas perlambang bahwa kebenaran adalah yang paling sulung dan harus ditegakkan.

    Kebenaran haruslah tak tergoyahkan.Ketika kita berbicara harus ada unsur kebenaran.Demikian pula dalam hal bertindak dan berpikir.Kebenaran akan merangsang kebajikan dan nilai lainnya.Kebenaran merupakan pupuk batin dan jiwa untuk terus dapat menumbuhkan berbagai hal baik dalam diri kita.

    Jika tidak ada kebenaran dalam jiwa maka setiap perkataan akan menjadi dusta.Dusta bagaikan kuntum bunga yang sedang mekar,terlihat sangat indah namun hanya berlangsung sesaat.Oleh sebab itu haruslah kebenaran itu selalu kokoh dan selalu ditegakkan.Nilai kebenaran bukan terletak pada banyaknya hal yang didengar,namun terletak pada berapa banyak yang mampu diterapkan.

    Shan atau kebajikan merupakan filosofi kedua dalam merangkai bunga.Dalam rangkaian bunga shan dilambangkan dengan bunga yang miring ke kanan atau ke kiri dan diletakkan di bawah zhen.Shan atau kebaikan merupakan penopang zhen atau kebenaran.Kebenaran dinyatakan serta dipraktikkan dengan melakukan kebajikan.Kebajikan inilah yang harus dilakukan sungguh-sungguh dengan tulus ikhlas dan cinta kasih.

    Kebajikan yang ditopang serta didasarkan oleh kebenaran akan membuahkan berkah bagi diri sendiri maupun orang lain.Kebajikan tidaklah menuntut imbalan.Kebajikan yang menuntut imbalan tak apakan bertahan lama.Kebajikan dapat kita praktikkan dengan banyak cara.Kebajikan dapat kita lakukan dengan cara bersyukur,berbagi,melakukan perbuatan baik,mengucapkan kata-kata yang baik serta memikirkan hal-hal baik.Kebajikan harus dilakukan dengan totalitas.Kebajikan yang dilakukan setengah hati akan menghambat batin kita untuk bertumbuh dengan baik.Bila kita melihat,mendengar,dan bekerja dengan sepenuh hati,hidup kita akan penuh dengan manfaat.

Mei atau keindahan merupakan filosofi ketiga dalam merangkai bunga.Mei dilambangkan dengan bunga yang letaknya paling rendah.Pengaplikasian bunganya dapat menggunakan bunga kuncup atau menggunakan bunga yang mekar sempurna.Mei melambangkan keindahan dan kecantikan.Namun bukan keindahan atau kecantikan yang mewah dan berlebihan melainkan keindahan dalam kesederhanaan.Nilai ini hendaknya kita praktikan senantiasa dalam kehidupan.

    Mei mengajarkan nilai kesederhanaan.Dengan kesederhana ada sebuah keindahaan dalam batin dan jiwa.Hal sederhana yang mampu kita lakukan untuk meningkatkan keindahan diri adalah dengan tersenyum.Jagalah raut wajah yang selalu tersenyum.Jika ingin orang lain tersenyum,kita harus tersenyum lebih dulu.Mei juga mengajarkan nilai rendah hati dengan segala sesuatu yang kita punya dan kita miliki dalam kehidupan ini.Hendaknya senantiasa kita memperbaiki diri agar menjadi semakin baik lagi daripada menuntut orang lain menjadi sempurna.
Tiga nilai filosofi dalam merangkai bunga sangatlah kaya akan makna.Namun langkah pertama yang harus kita lakukan untuk membangun kepribadian adalah dengan sebuah keyakinan.Melakukan perbuatan nyata jauh lebih bernilai daripada hanya membaca setumpuk buku.Kita memang harus berhati-hati dalam berprilaku namun jangan sampai kita berpikiran sempit.

Bila bertutur kata baik,seperti ada bunga teratai yang mekar dari mulut kita. Bila ertutur kata jahat,seperti ada sengatan ular berbisa dari mulut kita.
~Kata Perenungan Master Cheng Yen~

(Doni Suhendar)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'
Phone: 021-54397462
Fax: 021-54397573
Jl. Kamal Raya Outer Ring Road No.20
Cengkareng, Jakarta Barat 11730