Kreativitas di Exhibition Day 2019

Jurnalis : Felicia X IPS 2 ,   Photografer : Cindy Jonathan XI IPS 2

Exhibition Day merupakan acara dimana banyak karya yang diciptakan oleh manusia, yang memiliki daya tarik tertentu dan dijadikan sebagai pemeran, seperti museum, galeri seni dan sebagainya. Ini dikarenakan para pencipta menggunakan kreativitas mereka masing-masing sehingga terciptanya produk yang mengesankan.

SMA Cinta Kasih Tzu Chi juga mengadakan acara seperti ini bahkan diadakan setiap tahun. Awalnya, acara ini diumumkan pada saat hari Info Day untuk SMA kelas 10 oleh Ibu Tetty, Ketua Panitia Exhibition Day. Tak lupa juga, Ibu Tetty menjelaskan apa itu Exhibition Day kepada para siswa. Seperti dalam definisi Exhibition Day, para siswa diminta untuk mengeluarkan kreativitas mereka dalam membuat sebuah projek atau produk dalam mata pelajaran tertentu. Terdapat 16 (enam belas) mata pelajaran dan itu dibagi menjadi beberapa kategori. Berikut ini beberapa mata pelajaran dijadikan dalam kategori tertentu:

  • Produk secara Fisik (IPA) :
  1. Fisika
  2. Biologi
  3. Kimia
  • Produk secara Fisik (IPS) :
  1. Geografi
  2. Sejarah
  3. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
  4. Prakarya dan Kewirausahaan
  • Buku :
  1. Bahasa Indonesia
  2. Bahasa Inggris
  3. Matematika
  4. Seni Budaya
  5. Sosiologi
  • Film Dokumenter :
  1. Agama
  2. Bahasa Mandarin
  3. Ekonomi
  4. Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraaan

Setelah Ibu Tetty memberitahukan tentang acara ini, para siswa segera memilih anggota kelompoknya beserta mata pelajaran yang diminati mereka secara bebas. Kemudian, para siswa diberi waktu selama dua bulan untuk mengerjakan projek mereka sesuai dengan mata pelajaran dan kategori masing-masing. Tidak hanya mengerjakan projek saja, tetapi mereka juga harus membuat video presentasi dalam proses atau tahap pembuatan dalam projek tersebut. Pengumpulan projek paling terlambat pada tanggal 29 April 2019.

Dua bulan sudah berlalu, acara Exhibition Day diadakan pada tanggal 30 April 2019 setelah pengumpulan projek. Acara ini dibawakan oleh Hosana Tanty dan Steven Aaron dan diawali dengan Silent Seating terlebih dahulu serta menyanyikan lagu kebangsaaan, yaitu “Indonesia Raya”.

Sebelum acara ini dimulai, Pak Toto memberikan sambutan kepada para siswa kelas 10 dan 11. Ia mengatakan bahwa tujuan dalam Exhibition Day ini adalah untuk mengeluarkan inovasi dan kreativitas para siswa melalui acara ini.

Kemudian, Hosana dan Steven memperkenalkan para juri dalam acara tersebut. Setiap juri akan memberikan nilai terhadap produk yang sudah dibuat oleh siswa sesuai dengan kategori tertentu. Juri yang menilai produk secara fisik dalam bidang IPA, yaitu Ibu Idzni dan Pak Toto. Juri yang menilai produk secara fisik dalam bidang IPS, yaitu Pak Benyamin dan Pak Cornel. Juri yang menilai produk berupa buku, yaitu Ibu Heny dan Pak Lusino. Serta, untuk film dokumenter dinilai oleh Ibu Heny. Dan, acara tersebut dimulai, para siswa dari setiap rumpun menunjukkan karya mereka masing-masing.

Acara itu dimulai dari rumpun Fisika yang menunjukkan hasil karya mereka, yaitu transmitter. Transmitter ini bisa menghasilkan sinyal listrik terhadap beberapa benda yang membutuhkan energi listrik seperti lampu. Kita bisa menggunakan transmitter ini pada saat kekurangan listrik serta membutuhkan cahaya lampu di saat itu juga.

Rumpun Bahasa Indonesia membuat hasil karya berupa buku novel. Novel tersebut berjudul “Special Note”. Dalam novel tersebut, ada beberapa barcode yang bisa di-scan melalui aplikasi Barcode Scanner dalam gadget. Isi dari barcode tersebut menunjukkan kumpulan gambar yang sesuai dengan novel tersebut agar dimengerti para pembaca. Tidak hanya gambar saja, melainkan ada alunan musik, puisi dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk berbagi rasa kepada para pembaca pada saat membaca novel tersebut.

Rumpun Matematika menunjukkan hasil produk mereka berupa sebuah buku kumpulan soal matematika untuk SMA secara khusus. Mereka membuat cover buku kumpulan soal matematika tersebut yang sungguh unik. Dengan buku ini, kita bisa mengasah kemampuan kita dalam belajar matematika dan melatih diri kita dalam mengerjakan kumpulan soal untuk mengikuti Ujian Nasional.

Rumpun PKWU (Prakarya dan Kewirausahaan) menunjukkan produk mereka yaitu meja kaca. Meja kaca tersebut bisa dilipat dan bisa digunakan sebagai meja. Meja tersebut bisa digunakan untuk siapa saja, dan dimana saja. Lalu, ada penampilan dari Alicia bersama dengan gitaris Geofend Vieri. Mereka menyanyikan sebuah lagu dengan iringan musik dan suara yang merdu.

Setelah penampilan dari Alicia, acara tersebut dilanjuti dengan rumpun Ekonomi yaitu membuat film yang berjudul “Merry Riana”. Dalam film tersebut, kita bisa mengetahui tentang perjuangan Merry Riana pada saat terjadinya kerusuhan tahun 1998 dan mengakibatkan adanya krisis ekonomi di Indonesia.

Para siswa juga menyaksikan film yang dibuat oleh rumpun PPKN (Pendidikan dan Kewarganegaraan) yang berjudul “Memakai Benda Terlarang”. Maksudnya, benda terlarang seperti narkoba tidak boleh digunakan karena mengakibatkan kerusakan moral dalam bangsa dan menimbulkan penyakit psikis. Setelah menyaksikannya, ada penampilan berupa K-Pop dance yang berjudul “Let’s Kill This Love” yang ditampilkan oleh Cindy Emilia dengan gerakan yang bergairah.

Lalu, rumpun Bahasa Inggris menunjukkan hasil karya mereka, yaitu buku novel yang bergenre fantasi semi-romance. Novel tersebut berjudul “Forgotten Memories” dan diinspirasi oleh beberapa games, komik, film dan sebagainya. Novel ini sangat tebal dan penuh dengan bahasa Inggris serta kumpulan gambar yang bertujuan untuk mempermudah para pembaca dalam membayangkan hal-hal yang bersifat ajaib.

Rumpun Sosiologi mempresentasikan hasil karya mereka yang berupa buku novel. Buku novel tersebut cukup unik yang berjudul “Just Trust Me”. Selain menghibur pembaca, kita juga bisa menemukan makna yang tersirat tentang psikis seorang manusia untuk saat ini secara sosiologis dan psikologis. Mereka membuat novel agar para pembaca terutama remaja dalam generasi saat ini bisa menangkap pesan dan kesan dari novel tersebut dengan baik.

Setelah itu, rumpun Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan) memberikan hasil produk mereka berupa ab roller. Ab Roller ini merupakan salah satu alat terbaik untuk membangun otot perut. Kita juga bisa melakukan latihan push up dengan bantuan alat ini. Lalu, para siswa menyaksikan film yang berjudul “Azab” dari rumpun Agama. Film tersebut mengajarkan sekaligus menghibur para siswa. Film ini juga menerima banyak tawaan dari para siswa.

Ab Roller, untuk melatih otot perut

Para siswa menyaksikan video dari rumpun Bahasa Mandarin. Dalam video ini, kita bisa belajar Bahasa Mandarin secara dasar, seperti nada vokal, percakapan dasar, kosa kata dan sebagainya. Selanjutnya, rumpun Seni Budaya mempresentasikan karya mereka yang berupa novel yang berjudul “I’m Fine,”. Ada dua hal unik dari novel ini. Pertama, jika buku novel tersebut dibalik ke bawah, judul tersebut berubah dan bertuliskan “Saif mi” (dibaca dari save me) yang berarti peran utama dalam novel tersebut yang merasa baik-baik saja tetapi sebenarnya ada masalah dalam dirinya. Kedua, novel tersebut juga berisikan beberapa barcode yang berisi musik yang sedikit misteri dan suara seorang pemeran utama agar para pembaca bisa mendapatkan sensasi tersebut.

Rumpun Geografi membuat suatu produk yaitu penyulingan air. Dalam produk tersebut terdiri dari beberapa jenis batu dan juga kapas untuk menyerap sisa kotoran dari air seperti air sungai. Dengan produk ini, kita bisa membuat air kotor menjadi air yang layak diminum dan sehat. Rumpun Kimia membuat sebuah projek yang berupa Super Glue. Produk ini dibuat dari bensin dan styrofoam. Lem ini agak sedikit bau tetapi sangat melekat. Super Glue ini juga bermanfaat terhadap benda-benda agar lebih melekat dan tidak gampang copot.

 

Alat Penyulingan air

Lalu, rumpun Sejarah membuat sebuah miniatur yang sangat unik, yaitu kerajaan Majapahit. Miniatur tersebut dari beberapa potongan kayu dan disusun dengan rapi sehingga terbentuknya sebuah kerajaan Majapahit. Dan, yang paling terakhir, rumpun Biologi membuat sebuah projek yang berupa biogas. Biogas ini dibuat dari bahan-bahan organik terutama limbah sayuran. Biogas ini cukup bermanfaat, yaitu melestarikan lingkungan sekitar juga agar tidak terjadinya polusi udara.

Setelah seluruh rumpun mempresentasikan tentang hasil projek mereka, para siswa dan guru diberikan bintang untuk memilih salah satu dari enam belas projek sebagai projek terfavorit pada tahun 2019. Setelah para siswa dan guru sudah memberikan bintang terhadap salah satu projek, Ibu Tetty mengumumkan pemenang dari setiap kategori sesuai dengan nilai dari para juri:

  • Pemenang berupa Produk secara Fisik (IPA) : Biologi
  • Pemenang berupa Produk secara Fisik (IPS) : Geografi
  • Pemenang berupa Buku : Bahasa Inggris
  • Pemenang berupa Film Dokumenter : Agama

Grup terfavorit rumpun sejarah yang memenangkan projek dalam dua bulan

Setelah selesai diumumkan, para panitia acara juga sudah menghitung bintang dari setiap projek. Akhirnya, rumpun yang memenangkan dan dicap sebagai Projek Terfavorit adalah rumpun Sejarah. Setiap anggota dari rumpun yang menang mendapatkan sebuah voucher seharga Rp 75.000,00. Karena yang lain juga sudah bekerja keras untuk membuat sebuah projek dalam dua bulan, para siswa kelas 10 yang lain diberikan hadiah juga.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Phone: 021-54397462
Fax: 021-54397573
Jl. Kamal Raya Outer Ring Road No.20
Cengkareng, Jakarta Barat 11730