Perjusa: Tingkatkan Kualitas Jiwa Kepemimpinan dan Kepramukaan

Jurnalis : Felicia , Fotografer : Arya

Pada hari Jumat dan Sabtu, 18 – 19 Oktober 2019, SMA Cinta Kasih Tzu Chi mengadakan acara Perjusa, khusus untuk seluruh murid kelas X. Acara tersebut diadakan di Lapangan Pulau Situ Gintung 3.

Dimulai dari pukul 08.30, para siswa berbaris dengan rapi memasuki ketiga bus yang akan ditumpangi. Perjalanan dari Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi ke Lapangan Pulau Situ Gintung amat jauh. Setelah tiba, para siswa bergegas merapikan dan menaruh barang-barang persiapan camping-nya dan memakai baret/boni masing-masing untuk melaksanakan upacara apel.

Sebelum upacara apel dilaksanakan, hujan turun. Meskipun para siswa dan guru dalam keadaan yang sedikit basah, mereka tetap melaksanakan upacara tersebut dengan khidmat. Begitu juga dengan sangga inti yang melaksanakan kewajibannya masing-masing dengan baik.

“Tujuan dalam kegiatan ini adalah kepemimpinan. Setidaknya, mereka bisa memimpin diri sendiri. Salah satu contohnya adalah bertanggung jawab dan mandiri sebagai pelajar. Selain itu, perjusa ini termasuk konteks dengan kepramukaan, yang mengajarkan tentang kebersamaan dan solidaritas antarsiswa,” jelas Pak Agustinus Purwanto selaku Kepala Sekolah SMA Cinta Kasih Tzu Chi.

Seperti dengan tema Perjusa, yaitu kepemimpinan dan kepramukaan, para siswa diberikan materi yang sesuai dengan konteks tersebut oleh Kak Dede. Selain itu, para siwa juga berpartisipasi dalam mengikuti post-to-post pada malam hari. Dari kegiatan satu ini, mereka mampu mempelajari banyak hal tentang pengertian kepemimpinan dan kepramukaan yang sebenarnya, PBB (Peraturan Baris-Berbaris), kepercayaan terhadap satu sama lain serta kemandirian yang akan tertanam di dalam batin masing-masing.

 

Bekal Untuk Masa Mendatang

“Perjusa ini sangat bermanfaat untuk masa depan mereka yang akan datang. Buktinya, pada saat saya masih duduk di bangku SD & SMP, saya aktif dalam kepramukaan. Nah, apa yang saya dapatkan itu berguna untuk masa saya sekarang. Misalnya, saya memiliki pengalaman dalam bekerja sama dan menyelesaikan masalah. Mungkin saat ini, mereka belum merasakan manfaatnya, tetapi pada masa yang akan datang, mereka pasti akan menyadari hal tersebut,” ujar Ibu Rully Mediana Manurung selaku Pembina Pramuka Putri.

Selain kepemimpinan dan kepramukaan, kedisiplinan juga merupakan salah satu kewajiban yang tidak kalah penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah menaati dan mematuhi peraturan yang sedang berlaku serta menerima konsekuensi setelah mereka melakukan kesalahan dengan cara mengakui hal tersebut.

“Kegiatan perjusa ini bermanfaat. Soalnya, itu juga melatih kemandirian kita. Awalnya, saya itu tidak mandiri. Berkat perjusa ini, saya bisa lebih mandiri daripada sebelumnya. Selain itu, saya juga dapat melatih kedisiplinan saya.” kata Joanne Anastasha, siswa 10 MIPA.

Setelah para siswa menjalani kegiatan perjusa selama dua hari, ada perasaan sedih, senang dan juga letih ketika mereka segera meninggalkan tempat tersebut. Salah satu siswa yang bernama Richella (10 IPS 2) mengungkapkan perasaannya terhadap kegiatan tersebut, “Senang dan capek. Saya senang karena saya bisa dapat pengalaman melalui kegiatan ini. Dan, saya juga capek karena banyak kegiatan yang harus diikuti dan kurang tidur karena gak nyaman.”

Dalam kegiatan perjusa ini, para siswa diharapkan untuk mampu menerapkan kepribadian yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan terpimpin. Hal tersebut agar mereka mampu menyesuaikan diri dengan baik di masa yang akan datang.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Phone: 021-54397462
Fax: 021-54397573
Jl. Kamal Raya Outer Ring Road No.20
Cengkareng, Jakarta Barat 11730