Prestasi SMA

NATALIE WIJAYA

Siswa Kelas 10 MIPA SMA Cinta Kasih Tzu Chi

Juara I Lomba Menulis Cerpen Tingkat Jabodetabek 2020

 

“Setiap orang pasti mempunyai pengalaman yang berharga dalam hidupnya,“ Kalimat itu disampaiakn Paulo Coelho ketika ditanya, “Apa sih yang harus ditulis ketika seseorang akan menulis?” Jawaban Paulo Coelho mendapatkan kebenarannya pada cerpen yang berjudul Hening dan Hampa, karya Natalie Wijaya, Siswa kelas 10 MIP SMA Cinta Kasih Tzu Chi. Natalie Wijaya berhasil meraih Juara 1 Lomba Cerpen tingkat Jabodetabek pada tanggal 27-30 September 2020 dalam Lomba Dhamma Competition.

Cerpen Hening dan Hampa memberi gambaran hidup yang memang tidak mudah bagi seorang anak ketika kedua orang tua tidak rukun. Jiwa anak menjadi tertekan dan emosi menjadi tidak stabil. Rumah bukan lagi sebagai home yang memberi kenyamanan. Seperti cerpen pada umumnya selalu mengangkat persoalan hidup. Cerpen ini pun mengangkat sebuah realitas yang seringkali terjadi di dalam keluarga dan masyarakat.

Persoalan yang dihadapi anak tampaknya lebih banyak muncul dari masalah di rumah. Dan persoalan tersebut akhirnya mendapatkan jalan keluar bukan dari orang tua tetapi dari “sumber lain” keheningan meditasi. Dalam keheningan meditasi penulis menemukan makna di tengah kehampaan hidup karena persoalan orang tua.

Dengan konteks pandemic Covid 19, Natalie Wijaya berhasil menampilkan persoalan yang tampaknya dihadapi banyak anak ketika orang tua tidak rukun. Akibat dari situasi tersebut emosi yang tidak stabil dan prestasi belajar yang menurun.

Kepada Natalie Wijaya kami sampaikan uacapan “Selamat dan Proficiat” berhasil meraih Juara 1 Lomba Cerpen. Teruslah menuangkan ide dan gagasanmu dalam tulisan. Karena seperti yang dikatakan Pramodya Ananta Toer, “Menulis adalah keabadian” Melalui tulisan kita bisa memberi pencerahan kepada banyak orang. (Purwanto, M.Pd)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I accept the Privacy Policy