Webinar SMA

Mengandeng Orangtua Siswa

Mendidik Generasi Muda yang Pintar dan Berkarakter

 

Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi sangat konsern terhadap pentingnya pendidikan karakter. Bukan hanya sebuah jargon marketing tetapi menjadi semangat (spiritualitas) di dalam pendidikan Cinta Kasih Tzu Chi. Terpateri eksplisit dalam misi sekolah dan teroperasionalisasi dalam kurikulum budaya humanis.

Hal ini mendorong para guru mendidik para siswa bukan hanya cerdas intelektual tetapi tumbuh dalam karakter. Sekolah menyadari tugas mendidik generasi muda yang pintar dan berkarakter tidaklah mudah, dan tidak mungkin dilaksanakan hanya oleh guru. Butuh kerja sama yang apik dengan orang tua siswa. Terlebih ketika pembelajaran dilaksakan secara online seperti sekarang ini.

Menyadari pentingya peran orang tua dalam kesuksesan belajar dan pembentukan karakter siswa, SMA Cinta Kasih Tzu Chi mengundang orang tua siswa mengikuti webinar parenting yang dilaksanakan Sabtu, 10 Oktober 2020. Webinar ini bersamaan dengan pembagian rapor tengah semester 1 tahun pelajaran 2020/2021

Webinar parenting kali ini mengangkat topik, “Mendampingi Anak Berkembang Bukan Hanya Pintar tapi Berkarakter,” dengan nara sumber Dr. Agustina Hendriati,M. Sc, Psikolog. Beliau adalah dosen psikologi Universitas Atma Jaya Jakarta. Dengan sangat menarik beliau menyampaikan mengapa mendampingi anak menjadi berkarakter itu sangat penting. Beliau membuat survei kepada para orang tua dengan menyampaikan tiga pertanyaan penting, mana yang lebih penting bagi masa depan anak,

  1. Menjadi orang pandai secara akademis?
  2. Menjadi orang yang berkarakter (berintegritas, mandiri, bermanfaat bagi lingkungan)? atau
  3. Menjadi orang yang kaya secara materi?

Anda tahu kira-kira jawaban nomor berapa yang paling tinggi? Ya, jawaban nomor 2 mendapatkan paling tinggi. BAHKAN 100% orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang berkarakter.

Pertanyaan lebih lanjut adalah bagaimana mendampingi anak agar tumbuh menjadi anak yang berkarakter? Dr. Agustina menyampaikan strategi yang bisa dilakukan oleh orangtua, dan guru. Strategi itu adalah:

  1. Tidak perlu banyak mengeluh tetapi harus optimis dengan masa depan yang sekarang sedang dibangun. Orang harus mampu menyelesaikan masalah masa lalu dan hepi dengan saat ini
  2. Punya kehidupanyang berkembang (florist). Terus belajar mengenai hal baru, terutama saat pandemi sekarang ini.
  3. Punya perasaan positif. Orang tua harus mampu membangun perasaan positif. Jangan terbelenggu oleh perasaan negatif / masalah
  4. Punya keterlibatan. Terlibatlah pada pendidikan anak, dan komunikasi dengan guru.
  5. Punya hubungan dengan orang lain yang mensupport. Ini penting untuk membangun kebahagiaan. Orang tua harus tahu siapa-siapa saja yang terlibat dalam pendidikan anak. Nah, kepada merekalah hubungan harus dibangan secara positif.
  6. Makna hidup. Kita harus mampu menemukan makna dibalik setiap peristiwa hidup. Termasuk pada saat seperti sekarang ini. Temukan makna pandemi ini.
  7. Capaian (target), nah ini tidak harus pinter. Misalnya targetnya, anak saya menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Ini juga target. Dan terget ini harus dibicarakan bersama anak.

lebih lengkap Webinar Parenting silakan lihat di chanel YouTube Cintakasihtzuchi  :

Webinar yang dilaksanakan 60 menit dan dihadiri 239 orang tua siswa ini terasa kurang karena masih banyak pertanyaan yang disampaikan oleh orang tua. Hal ini menjunjukkan kepada kita beberapa poin penting berikut ini:

  1. Orang tua sepakat dengan sekolah bahwa pendidikan anak adalah utama dan pertama
  2. Pendidikan yang utama dan pertama itu tidak hanya pintar tetapi juga karakter.
  3. Untuk mencapai perkembangan yang utuh, pintar dan karakter, orang tua tidak bisa hanya menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab tersebut kepada sekolah tetapi perlu kerja sama antara orang tua dan sekolah.
  4. Kerja sama itu diwujudkan dengan meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran. Melalui komunikasi yang cerdas, yang mengedepankan solusi bukan emosi.

Karena itu seperti yang disampaikan kepala SMA Cinta Kasih Tzu Chi, agar orang tua dan guru makin terlibat dalam proses pembelajaran jarak jauh, dan menjadikan anak-anak sebagai pusat pelayanan. Memang tidak ada sekolah formal menjadi orang tua. Tetapi sekolah selalu memberi fasilitas dan kesempatan untuk terus terlibat bersama mendampingi anak-anak sehingga berkembang menjadi pintar dan berkarakter.

Kiranya hal ini sesuai dengan filosofi Mendidik Hati yang tertuang di dalam buku Pedoman Guru Humanis, “Pendidikan bukanlah semata-mata kegiatan belajar-mengajar di kelas. Pendidikan yang terbaik adalah pendidikan batin dengan kebijaksanaan, membimbing dan mebangkitkan pengetahuan yang bajik anak-anak.” (Purwanto, M.Pd)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I accept the Privacy Policy