Sejarah

SEJARAH SMK CINTA KASIH TZU CHI

    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah jenjang yang dapat dilanjutkan setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi yang sudah diresmikan pada tanggal 25 Agustus 2003 oleh Presiden Megawati Soekarno Putri, pada saat itu hanya mencakup Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kami ingin memenuhi kebutuhan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Cinta Kasih Tzu Chi, yang masih bingung setelah lulus harus melanjutkan ke sekolah mana, apalagi latar belakang warga rusun yang pada saat itu pendidikan dan perekonomiannya di bawah rata-rata. Selain itu, perekonomian Negara saat itu juga amat sulit sehingga Yayasan Buddha Tzu Chi sangat tergerak untuk menambah jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berkompetensi langsung dalam dunia kerja.

    Dengan adanya jenjang SMK diharapkan lulusannya dapat menggerakkan kembali perekonomian keluarga yang sempat terhenti. Karena alasan tersebut pula jenjang SMA pada saat itu tidak didirikan, sebab lulusan SMA akan dituntut untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi yang harus menghabiskan biaya yang besar. Meski demikian bukan berarti lulusan SMK tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pada tahun 2006 jenjang sekolah dikembangkan dengan berdirinya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cinta Kasih Tzu Chi dengan kompetensi keahlian Akuntansi (AK) dan Administrasi Perkantoran (AP).

    Didukung oleh tenaga pengajar yang profesional, SMK Cinta Kasih Tzu Chi mengutamakan pendidikan budi pekerti di samping pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam menyiapkan peserta didik menjadi manusia berakhlak mulia, berkarakter, produktif, mandiri, serta mampu berkompetisi di dunia kerja.

    Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk perjalanan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cinta Kasih Tzu Chi di dunia pendidikan, sudah banyak prestasi yang diraih baik akademik maupun non akademik. Dari sisi akademik diantaranya SMK Cinta Kasih Tzu Chi mampu menghasilkan kelulusan dengan nilai UN/US yang memuaskan sehingga banyak siswa-siswi yang diterima bekerja di perusahaan-perusahaan ternama, beberapa siswa juga mendapat beasiswa 100% baik dari perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri (Taiwan). Hal itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk diperoleh, maka kami selalu menekankan untuk mempertahankan apa yang sudah digengam.

Sejarah

    SMA Cinta Kasih Tzu Chi berdiri sejak 8 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan Juli tahun pelajaran 2009/2010. Saat itu Yayasan Buddha Tzu Chi Wiyata Indonesia yang telah memiliki TK, SD, SMP, dan SMK mulai berpikir untuk mendirikan SMA, seiring dengan perkembangan dan perubahan pola pikir warga rusun yang semakin maju. Dengan harapan siswa-siswi lulusan dari SMA kelak akan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi lagi. SMA Cinta Kasih Tzu Chi merupakan unit termuda yang diawali dari dua kelas terdiri dari 50 orang siswa, sekarang telah berkembang menjadi 9 kelas dengan jumlah siswa 267. Dalam melaksanakan kegiatannya, SMA Cinta Kasih Tzu Chi berpegang pada visi : “Mewujudkan peserta didik berprestasi dan berbudi pekerti luhur”. Visi ini dilandasi idealisme keinginan agar siswa dapat unggul dalam persaingan melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi, dalam disiplin, budi pekerti, berbudaya bersih, memiliki tata karma, memiliki kepedulian sosial, dan mengaplikasikan nilai-nilai humanisme dalam kehidupan mereka.

Trophy Tzu Chi

    SMA Cinta Kasih Tzu Chi merupakan sekolah yang berbasis Budaya Humanis. Kami mengajarkan kepada anak-anak didik untuk dapat berbakti kepada orang tua, berbudi pekerti yang baik, mencintai lingkungan, dan dapat menempatkan diri dengan baik dimanapun mereka berada. Prestasi awal SMA  Cinta Kasih Tzu Chi, telah meraih juara 1 kompetisi Detektif Lingkungan di tingkat Jabodetabek, yang selanjutnya diikuti dengan pencapaian prestasi-prestasi lainnya di bidang akademik maupun olah raga, seperti : Memenangkan kompetisi tingkat nasional Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) cabang kriya, Juara I FLS2N cabang Solo Vokal, tingkat Kabupaten, Juara 3 kompetisi Dammapada tingkat Jabodetabek, Juara 1 O2SN cabang Lompat Jauh tingkat Nasional, sehingga kemudian maju mewakili Indonesia ke tingkat internasional di Vietnam. Juara 1 lomba debat Fisika yang diselenggarakan oleh Surya University, dll.

Lingkungan Tzu Chi

    SMA Cinta Kasih Tzu Chi juga telah berhasil mengantarkan lulusan-lulusannya menjadi mahasiswa-mahasiswi di berbagai Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta di Indonesia, serta di Perguruan Tinggi Luar Negeri. Sekolah yang terdiri dari empat lantai  dengan posisi SMA di lantai 3 dan empat, di lengkapi sarana pembelajaran Lab  IPA  (Kimia, Fisika, Biologi), Lab. Bahasa, Lab Komputer, Ruang Seni, Ruang Budaya Humanis, Ruang Saji Teh, Perpustakaan, Lapangan Olah raga Indoor dan OutDoor, Mushalla, Kantin, 9 ruang kelas dan sarana penunjang lainnya. Demikian sejarah singkat berdirinya SMA Cinta Kasih Tzu Chi serta prestasi yang di capai sampai angkatan 8. Semoga SMA Cinta Kasih Tzu Chi terus berprestasi dan menjadi kebanggan bagi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia,  masyarakat DKI Jakarta dan bangsa Indonesia.

SEJARAH SMP CINTA KASIIH TZU CHI

    SMP Cinta Kasih Tzu Chi didirikan pada tahun 2003 dan diresmikan oleh presiden Megawati Soekarno Putri pada tanggal 25 Agustus 2003. Awal berdirinya SMP Cinta Kasih Tzu Chi ini untuk memberikan fasilitas pendidikan kepada warga bantaran Kali Angke yang direlokasi ke Perumahan Cinta Kasish Tzu Chi, Cengkareng, Jakarta Barat. Relokasi ini dilatarbelakangi oleh banjir besar yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada tahun 2002 yang menggerakan hati nurani insan Tzu Chi untuk merevitalisasi kali angke dan memberikan harapan masa depan yang lebih baik bagi penghuni Kali Angke dengan diberikannya tempat tinggal yang layak di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi dan sarana pendidikan yang baik bagi warga Kali Angke.

    Dalam perkembangannya, saat ini SMP Cinta Kasih Tzu Chi tidak hanya menerima siswa dari Pumahan Cinta Kasih Tzu Chi tetapi juga siswa dari berbagai lapisan masyarakat yang tertarik dengan pola pendidikan SMP Cinta Kasih Tzu Chi yang lebih menitik beratkan kepada pembentukan karater. Setelah melalui perjuangan yang panjang siswa SMP Cinta Kasih Tzu Chi, khususnya warga binaan Kali Angke telah banyak menorehkan prestasi yang membanggakan diantaranya adalah menjuarai turnamen futsal tingkat nasional dan telah bersumbangsih untuk pembangunan RS Tzu Chi melalui pagelaran drama musikal yang dimainkan oleh sebagian besar warga kali Angke. Inilah bukti pola didik SMP Cinta Kasih Tzu Chi yang telah berhasil menanamkan rasa cinta kasih universal, berbakti dan bersyukur sehingga dalam perkembangannya SMP Cinta Kasih Tzu Chi menjadi icon pembentukan budi pekerti yang baik seperti yang diharapkan oleh masyarakat sekitar.

SEJARAH SD CINTA KASIH TZU CHI

    Banjir besar di Jakarta pada tahun 2000 adalah bagian sejarah dari berdirinya SD Cinta Kasih Tzu Chi, Cengakareng. Pada tahun 2003 pemukiman yang berada di bantaran Kali Angke direlokasikan ke Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi I karena terkena normalisasi bantaran Kali Angke . Normalisasi dilakukan karena sepanjang tahun daerah tersebut terkena banjir. Relokasi tersebut dilakukan oleh Pemda DKI dan bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Lokasi SD Cinta Kasih Tzu Chi terletak di tanah seluas 5000  meter pesrsegi satu kompleks dengan Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi I yaitu di Jalan Kamal Raya Outer Ring Road No. 20. Sekolah Dasar Cinta Kasih Tzu Chi pun berdiri atas prakarsa Ketua Yayasan Buddha Tzu Indonesia yaitu Ibu Liu Su Mei yang sangat memperhatikan pendidikan anak-anak. Beliau sangat khawatir apabila mereka direlokasi ke Perumahan Cinta Kasih I yang berada di wilayah Jakarta Barat bagaimana anak-anak usia SD akan bersekolah ke wilyah Jakarta Utara tempat mereka berasal. Pada akhirnya beliau meminta agar di lingkungan perumahan dibangun sebuah sekolah yang khusus diperuntukkan untuk anak-anak yang tinggal di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi I. Pada Tahun Pelajaran 2003/2004 SD Cinta Kasih Tzu Chi mulai operasional dan peresmiannya dilakukan oleh Ibu Megawati Soekarno Putri, Presiden Indonesia pada masa itu.

    Jumlah siswa pada saat itu adalah 360 orang dan guru 25 orang. Dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah, Bapak Drs. Thomas Tukidjo (alm). Dan di bawah naungan Yayasan Buddha Tzu Wiyata dengan ketuanya adalah Bapak Franky. O. Wijaya. SD Cinta Ksih Tzu Chi adalah sekolah yang mengedepankan pelajaran Budi Pekerti. Walaupun SD Cinta Ksih Tzu Chi adalah sekolah baru tapi sudah diperkenankan membuka kelas 1 sampai dengan kelas 6 karena kasusnya adalah bedol kampung. Hal ini terlaksana atas izin Gubernur DKI pada masa itu yaitu Bapak Sutiyoso yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat. Siswa yang bersekolah di SD Cinta Kasih Tzu pada saat itu hanya membayar uang sekolah sebagai tanggungjawab orang tua sebesar RP10.000,00/bulan. Semua keperluan siswa mulai dari seragam dan buku-buku pelajaran semua diadakan oleh yayasan. Karena input sekolah kami baik dari segi ekonomi, sosial, pendidikan orang tua , gizi dan IQ siswa semua di bawah rata-rata. Sekolah kami pun  memang besrsifat nirlaba. Selama kurang lebih 2 (dua) tahun SD Cinta Kasih Tzu Chi tidak menerima siswa selain warga Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi I.  Hal ini dilakukan karena Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia baru pertama kali mengelola sekolah. Harapannya agar sekolah dapat mendidik siswa dengan baik. Pada Tahun Pelajaran 2005/2006 SD Cinta Kasih Tzu Chi menerima siswa dari lingkungan luar Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi I dengan harapan siswa yang dari dalam Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi I dapat bersaing dan terrmotivasi dalam belajar dan meraih prestasi akademik.

    Karena  siswa kami memang lebih dominan  meraih prestasinya melalui kekuatan fisik. Oleh karena itu sekolah kami di Wilayah Jakarta Barat bahkan tingkat nasional cukup terkenal dengan futsal dan atletiknya. Setelah meluluskan dua kali, SD Cinta Kasih Tzu Chi pun diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional pada tahun 2005 dan mendapatkan nialai A. Akreditasi berikutnya pun mendapatkan nilai A. Perjalanan tahun ke-10 SD Cinta Kasih Tzu Chi  banyak sudah prestasi yang diraih baik dalam bidang akademik mau pun nonakademik. Dan perkembangan dalam hal lain pun terus bertambah. Jumlah siswa setelah 10 tahun  adalah 800 orang dan guru 41orang. Sarana dan prasarana pun terus dilengkapi. Berikut adalah Kepala Sekolah yang pernah memimpin di SD Cinta Kasih Tzu Chi:
1. Bapak Drs. Thomas Tukidjo (alm). Tahun Pelajaran 2003/2004.
2. Bapak Prof. Teddy Prawitra. Tahun Pelajaran 2004/2005
3. Bapak Dr. Jafriansen Damanik, M.Pd. Tahun Pelajaran 2005/2006
4. Ibu Dra. Zainah Mawardi. Tahun Pelajaran 2006/2007 s.d. 2009/2010 dan 2011/2012
5. Bapak Pahru, M.Pd. Tahun Pelajaran 2010/2011
6. Bapak Freddy Ong, S. Kom, M.M. Tahun Pelajaran 2012/2013 s.d 2016/2017
7. Bapak Timothy. A.N, S.Th, DD, M.Min. Melanjutkan tahun Pelajaran 2016/2017 karena Bapak Freddy diangkat jadi Direktur Sekolah.

    Pada tahun 2017 SD Cinta Kasih memasuki tahun ke-14. Harapan kami sekolah ini terus berkembang dari segi kualitas maupun kuantitas. Oleh karean itu kami butuh dukungan dari semua pihak seperti Pengurus Yayasan, Dinas Dikdas setempat, guru, dan orang tua siswa dalam mencapai keberhasilan.

 

Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi

Cinta kasih merupakan nilai yang universal. Cinta kasih juga menjadi landasan bagi Yayasan Buddha Tzu Chi dalam mengelola sekolah. Karena hal itulah, maka sekolah ini pun dinamakan “Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi”. Sekolah yang didirikan untuk membantu warga Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi ini diresmikan pada tanggal 25 Agustus 2003 oleh Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri, saat itu Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi baru mencakup jenjang SD dan SMP. Oleh karena itu guna memenuhi kebutuhan warga Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi akan pendidikan anak-anak di jenjang usia dini, maka jenjang sekolah dikembangkan dengan berdirinya TK Cinta Kasih Tzu Chi pada tahun 2004. Didukung oleh para tenaga pengajar profesional, TK Cinta Kasih Tzu Chi mengutamakan pendidikan budi pekerti di samping pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam menyiapkan peserta didik menjadi manusia berakhlak mulia, produktif, dan mandiri.

Keunggulan TK Cinta Kasih Tzu Chi

Keunggulan TK Cinta Kasih Tzu Chi Pendidikan Budi Pekerti dan budaya humanis menjadi pembekalan utama pada para lulusan. Komitmen pada program pelestarian lingkungan Kurikulum sekolah mengacu pada kurikulum nasional Memiliki program khusus sesuai dengan kebutuhan anak : Kelas memasak Kelas budi pekerti Pelestarian lingkungan Kelas Bahasa Inggris dan Bahasa mandarin Karya Wisata / Kunjungan Pembelajaran Program Makan Sehat Pelepasan /Wisuda Perayaan Ulang Tahun Perayaan Keagamaan.

VISI

“Mewujudkan peserta didik yang berbudi pekerti, disiplin dan mandiri”

MISI

1. Membina budi pekerti peserta didik1. Membina budi pekerti peserta didik

2. Mengembangkan kemampuan akademik sesuai usia  dan bakat

3. Membina peserta yang mandiri

4. Membina peserta didik disiplin diberbagai aspek  perkembangan

TUJUAN

Tujuan sekolah merupakan penjabaran dari visi misi sekolah agar komunikatif dan bisa diukur diantaranya :

1. Menjadikan peserta didik yang berbudi pekerti yang berdasarkan ketuhanan YME

2. Menjadikan peserta didik yang disiplin di berbagai aspek

3. Menajdikan peserta didik menadiri disegala bidang -bidang

Pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi Wiyata Indonesia
    Master Cheng Yen adalah seorang biksuni yang berprinsip untuk mengembangkan welas asih, belas kasih, sukacita, dan sikap memberi tanpa pamrih. Dengan tekad untuk membebaskan semua makhluk dari lautan penderitaan, maka pada tahun 1966 beliau mulai menjalankan misi mulia, mendirikan sebuah badan amal untuk menolong sesama manusia. Dengan berprinsip pada ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kejujuran, Master Cheng Yen mulai mengumpulkan dana amal. Semua hasil sumbangan donatur waktu itu, sepenuhnya digunakan untuk kegiatan amal kemanusiaan. Ajaran Buddha ibarat petunjuk jalan bagi sekumpulan insan Tzu Chi ini. Dengan sepenuh hati mereka merealisasikan Dharma dan mempraktikkannya dalam tindakan nyata. Dari waktu ke waktu, badan amal kemanusiaan ini semakin dikenal dan jumlah anggotanya bertambah banyak. Mulai dari kalangan masyarakat ekonomi menengah ke atas, para professional, hingga masyarakat umum, mengenal dan antusias membantu kegiatan Tzu Chi.

    Master Cheng Yen menyadari bahwa orang yang mampu secara ekonomi memerlukan ladang berkah untuk beramal, sementara kaum papa memerlukan bantuan dalam hal ekonomi. Keduanya saling membutuhkan. Dengan menyadari prinsip “Dengan welas asih dapat menyelamatkan dunia” maka beliau mewujudkannya dalam tindakan nyata, menggalang insan berhati mulia, dan mendirikan sebuah wadah untuk pelatihan batin bersama.

    Dalam menjalankan misi amalnya, insan Tzu Chi tidak pernah membedakan antara satu dan lainnya. Selangkah demi selangkah, kini 44 tahun telah berlalu. Bermula dari misi amal kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, budaya kemanusiaan, bantuan bencana internasional, donor sumsum tulang, kegiatan pelestarian lingkungan, hingga relawan komunitas. Ibarat satu langkah dengan delapan jejak, cinta kasih telah berkembang melintasi samudera, menjadi dunia Tzu Chi.

 

Tujuan Penyelenggaraan Sekolah

    Seorang insan yang berbudaya humanis, terbentuk dari sebuah lingkungan yang penuh rasa syukur, saling menghormati, dan menyayangi satu sama lain. Akhlak yang mulia akan mewariskan generasi muda yang berlapang dada dan peduli pada orang lain. Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi akan menjadi tempat pembelajaran bagi instansi pendidikan lainnya, serta meningkatkan kualitas pengajaran dan meningkatkan kemampuan dasar belajar siswa, kemampuan untuk bersaing dan memimpin. Sekolah Cinta Kasih memberikan pendidikan yang holistik, menyediakan sarana dan prasarana untuk mencetak lulusan yang berbudi pekerti luhur, bijaksana, sehat jasmani, dan,memiliki kehidupan sosial yang baik dan berbudaya humanis..

 

Keunggulan

1. Misi Tzu Chi diterapkan sebagai penunjang dalam pengembangan administrasi sekolah. Dalam pengembangan sekolah, keempat misi Tzu Chi yang meliputi: misi amal, misi kesehatan, misi pendidikan, dan misi budaya kemanusiaan dapat memberikan dukungan berupa sumber daya manusia dan materia.

2. Penerapan nilai-nilai sopan santun dalam kehidupan sehari-hari, dan mendidik anak-anak memiliki sifat dan budi pekerti yang baik.

3. “Mengendalikan diri dan kembali ke tata krama yang luhur”, adalah kegiatan yang selalu diimbau oleh Tzu Chi agar setiap orang selalu dapat hidup rajin dan hemat, serta bersikap sopan kepada orang lain. Tujuan utama pendirian Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi adalah untuk mendidik anak-anak yang disiplin, menjaga kebersihan dan bersopan santun. Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi dilengkapi dengan kelas bimbingan tata krama yang mendidik anak anak agar menerapkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari di dalam cara makan, berpakaian, duduk, dan berjalan agar anak-anak memiliki budi pekerti yang baik.

4. Kelas budaya humanis menjadi ciri khas, menanamkan sikap bersyukur dan menghormati

5. Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi akan mengadakan mata pelajaran budaya humanis Tzu Chi. Dalam kelas ini akan diajarkan budaya penyajian teh, merangkai bunga, kaligrafi, tata krama, pembelajaran kata perenungan Master Cheng Yen. Semua diadakan dengan metode tematik untuk mendidik anak-anak menghormati semua makhluk hidup dan benda di alam semesta, dan tahu bersyukur kepada setiap orang di dalam masyarakat.

6. Menerapkan pembelajaran kata perenungan dan menekankan pada cara berpikir dan penerapan yang tepat.

7. Materi pelajaran dalam pembelajaran kata perenungan diberikan dalam 5 tahap pengajaran, yaitu: mengalami sendiri, mengisahkan, berpikir, merenung, dan praktik langsung. Metode ini diterapkan oleh wali kelas dan guru mata pelajaran secara periodik atau dipadukan ke dalam pelajaran yang lain. Dengan mengalami sendiri maka anak-anak dapat berintrospeksi dan menerapkan langsung makna kata perenungan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

8. Menghormati guru dan orang yang lebih tua, meningkatkan akhlak dan tata krama.

9. Sikap menghormati guru dan orang yang lebih tua adalah tradisi turun temurun yang sangat baik dalam penerapan tata krama dan budi pekerti yang paling diutamakan di Tzu Chi. Sekolah Cinta Kasih  memanfaatkan kegiatan bersyukur untuk membalas budi yang diselenggarakan secara rutin, seperti pada hari guru, hari ibu dan sebagainya, mendidik anak membalas budi dengan tindakan nyata dengan hati penuh syukur.

10. Melakukan pemilahan sampah untuk digunakan kembali; hendaknya dapat menyadari, menghargai, dan menciptakan berkah.

11. Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi sangat mementingkan pengurangan jumlah sampah, pemilahan sampah dan daur ulang sampah agar dapat dimanfaatkan kembali, dan selalu mengimbau terjaganya kelestarian lingkungan. Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi mengajak murid-murid untuk praktik dan mengalami langsung kecintaan pada lingkungan di depo pelestarian lingkungan, belajar menghargai barang. Selain menyadari dan menghargai berkah, anak-anak juga harus bisa menciptakan berkah.

12. Menggunakan pengajaran bahasa Mandarin dan bahasa Inggris sejak kecil, pembagian kelompok sesuai tingkatan efektivitas pembelajaran.

13. Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi merupakan sekolah yang bersifat internasional, bahasa Mandarin dan bahasa Inggris menjadi alat komunikasi yang paling penting.

14. Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi sangat mementingkan sistem pengajaran dengan bahasa Mandarin dan bahasa Inggris.

15. Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi yang didukung dengan berbagai sarana dan prasarana yang berstandar internasional, pendidikan budaya kemanusiaan, serta didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan penuh kasih, akan membentuk generasi muda yang memiliki kompetensi keilmuan yang baik, akhlak yang mulia, berbudi pekerti luhur, percaya diri, berbakti pada orang tua, serta mampu berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara.