Kebersamaan dalam memaknai berkah di bulan ramadhan
Maret 31, 2026
Di sebuah aula yang tenang di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, suasana hangat terasa begitu kental. Bukan karena teriknya matahari di luar, melainkan karena pancaran toleransi yang nyata di dalam ruangan. Di bawah naungan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, sebuah momen istimewa bertajuk “Buka Puasa Bersama” digelar sebagai wujud nyata dari indahnya keberagaman.
Bulan Ramadhan seringkali dimaknai sebagai bulan penuh berkah bagi umat Muslim. Namun, di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, berkah tersebut tidak dirasakan secara eksklusif. Sebaliknya, berkah Ramadhan menjadi jembatan yang menghubungkan hati antar sesama manusia, tanpa memandang latar belakang keyakinan.
Melampaui Sekat Perbedaan
Acara yang berlangsung di Aula Lantai 2 Gedung C ini menjadi bukti bahwa kemanusiaan adalah bahasa yang universal. Dalam balutan suasana kekeluargaan, para staf, guru, dan tamu undangan duduk bersimpuh bersama. Tidak ada sekat antara mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa dengan mereka yang tidak.
Pesan yang ingin disampaikan sangatlah jelas: Kebersamaan tidak memerlukan kesamaan identitas. Saat kita berbagi ruang, berbagi makanan, dan berbagi tawa, label agama seolah melebur menjadi satu identitas tunggal, yaitu sebagai saudara sebangsa dan setanah air.
Kebijaksanaan dalam Kesederhanaan
Mengutip kata perenungan dari Master Cheng Yen yang terpampang pada latar acara:
“Dalam kondisi tanpa nafsu keinginan berlebihan dan sedikit kerisauan, akan mudah bagi seseorang untuk membuka pintu hati dan memperoleh kebijaksanaan.”
Kalimat ini menjadi pengingat bagi seluruh hadirin bahwa esensi Ramadhan—yakni menahan diri dan bersabar—selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Membuka pintu hati berarti memberi ruang bagi toleransi untuk tumbuh subur.

Refleksi untuk Kita Semua
Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk melihat Ramadhan dari kacamata yang lebih luas. Kebahagiaan saat berbuka puasa bukan hanya tentang melepaskan dahaga, melainkan tentang:
- Saling Menghargai: Menghormati mereka yang sedang beribadah dengan penuh kasih.
- Empati: Merasakan kebersamaan dalam kesederhanaan.
- Persatuan: Menyadari bahwa perbedaan adalah kekayaan, bukan pemisah.
Mari kita maknai berkah bulan ini dengan mempererat tali persaudaraan. Sebab pada akhirnya, ketika kita duduk bersama di satu meja, yang tersisa bukanlah perbedaan cara kita berdoa, melainkan ketulusan hati kita untuk saling mengasihi.
Karena untuk menjadi saudara dalam kebaikan, kita tidak perlu memiliki iman yang sama.
oleh Muhammad Rizqi Akbar Rabbani
