Belajar Akuntansi dengan Metode Gallery Walk: Akuntansi Bukan Sekedar Angka

“Belajar tidak selalu harus duduk diam mendengarkan. Kadang, kita justru lebih memahami ketika bergerak, berdiskusi, melihat, dan berbagi.”

 

Apa yang terlintas ketika mendengar kata akuntansi?

Mungkin sebagian orang langsung membayangkan angka, tabel, jurnal, dan laporan keuangan. Bagi siswa kelas X Akuntansi dan Keuangan Lembaga, semua itu memang akan menjadi bagian dari perjalanan belajar mereka.

Namun, belajar akuntansi ternyata tidak selalu harus berkutat dengan angka. Pada suatu pembelajaran Akuntansi dalam Proses Bisnis, siswa kelas X Akuntansi SMK Cinta Kasih Tzu Chi mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda. Ruang kelas tidak hanya menjadi tempat untuk mendengarkan penjelasan guru, tetapi berubah menjadi sebuah galeri pembelajaran.

Karya-karya siswa terpajang. Ada yang berbentuk poster hingga rangkuman visual. Siswa kemudian bergerak dari satu karya ke karya lainnya. Mereka mengamati. membaca. Bertanya dan berdiskusi.

Inilah pengalaman belajar dengan metode Gallery Walk.

 

Gallery Walk secara sederhana dapat diartikan sebagai kegiatan belajar dengan cara berjalan mengunjungi hasil karya kelompok lain, layaknya seseorang mengunjungi sebuah pameran. Bedanya, yang dipamerkan bukan lukisan atau karya seni melainkan yang dipamerkan adalah hasil pemikiran siswa.

Dalam pembelajaran Akuntansi dalam Proses Bisnis, siswa dapat mengolah materi menjadi sebuah karya visual. Mereka harus memahami materi terlebih dahulu sebelum dapat menjelaskannya kepada orang lain. Di sinilah menariknya. Siswa tidak cukup hanya berkata, “Saya sudah mengerjakan tugas.”

Mereka harus mampu menjawab pertanyaan: “Apakah saya benar-benar memahami apa yang saya kerjakan?” karena karya mereka akan dilihat oleh teman-teman lainnya.

 

Dalam kegiatan Gallery Walk, siswa bekerja dalam kelompok. Setiap kelompok mendapatkan tugas untuk mempelajari bagian tertentu dari materi. Setelah berdiskusi, mereka menyusun informasi tersebut menjadi sebuah karya yang mudah dipahami. Prosesnya tidak selalu berjalan mulus, ada perbedaan pendapat, ada informasi yang harus diperiksa Kembali, ada pembagian tugas yang perlu diatur dan ada pula siswa yang awalnya masih ragu menyampaikan pendapat. Namun justru dari proses itulah pembelajaran terjadi. Siswa belajar bahwa menyelesaikan sebuah pekerjaan tidak selalu dilakukan seorang diri.

 

Hal menarik lainnya dari Gallery Walk adalah adanya kesempatan bagi siswa untuk menjelaskan hasil pekerjaannya. Ketika seorang siswa menjelaskan sebuah konsep kepada temannya, sebenarnya ia sedang belajar kembali. Misalnya, seorang siswa menjelaskan: “Proses penjualan dimulai ketika pelanggan melakukan pemesanan. Setelah barang diserahkan dan pembayaran diterima, transaksi tersebut perlu dicatat.” Temannya kemudian bertanya: “Kalau pelanggan belum membayar, apakah transaksinya tetap dicatat?” Pertanyaan sederhana seperti itu dapat menjadi awal diskusi yang menarik. Siswa mulai berpikir. Guru kemudian dapat memberikan arahan dan meluruskan konsep apabila diperlukan. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada menghafal, tetapi juga memahami.

 

Sebagai sekolah kejuruan, pembelajaran di SMK tidak hanya diarahkan agar siswa memiliki pengetahuan akademik. Siswa juga perlu mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Di dunia kerja, seorang staf akuntansi tidak hanya bekerja dengan angka. Ia mungkin perlu berkomunikasi dengan bagian penjualan, pembelian, gudang, kasir, administrasi, maupun pimpinan. Ia perlu menyampaikan informasi dengan jelas, harus teliti, harus mampu bekerja sama, Ia juga perlu bertanggung jawab terhadap pekerjaannya karena itu, kegiatan sederhana seperti Gallery Walk dapat menjadi salah satu ruang latihan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan tersebut.

 

Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang dapat dibawa keluar dari ruang kelas.

Ketika siswa memahami bahwa kegiatan membeli, menjual, menerima uang, membayar tagihan, dan mengelola persediaan merupakan bagian dari aktivitas ekonomi, mereka mulai melihat hubungan antara pelajaran dan kehidupan sehari-hari. Akuntansi tidak lagi terasa sebagai kumpulan angka yang harus dihafalkan. Akuntansi menjadi sebuah cara untuk memahami dan mengelola informasi keuangan dari berbagai aktivitas bisnis. Inilah yang ingin dibangun sejak awal pada siswa kelas X.

 

Gallery Walk mungkin terlihat sederhana. Siswa berjalan mengelilingi kelas, melihat karya, membaca, berdiskusi, bertanya, namun di balik aktivitas tersebut terdapat proses pembelajaran yang cukup kaya.

Siswa belajar menjadi lebih aktif, mereka belajar mendengarkan, mereka belajar menyampaikan gagasan, mereka belajar menghargai hasil kerja orang lain.

Dan yang tidak kalah penting, mereka belajar bahwa setiap orang dapat memiliki cara yang berbeda dalam memahami dan menyampaikan sebuah informasi.

 

Pemahaman bahwa belajar akuntansi bukan sekadar belajar angka. Akuntansi adalah tentang memahami aktivitas bisnis, mengolah informasi, bekerja secara teliti, berkomunikasi, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat. Melalui Gallery Walk, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar semua itu dengan cara yang lebih aktif dan menyenangkan karena pada akhirnya, kelas bukan hanya tempat siswa menerima pengetahuan. Kelas adalah tempat mereka belajar menjadi pribadi yang siap menghadapi kehidupan. Dari sebuah galeri kecil di ruang kelas, semoga tumbuh langkah-langkah besar menuju masa depan.

 

Tussi Triandini

Add a Comment

Your email address will not be published.