Implementasi Silent Sitting untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak Usia Dini
Pendidikan usia dini merupakan periode yang sangat krusial dan signifikan dalam proses pembentukan karakter serta kemampuan kognitif anak-anak. Pada tahap ini, anak-anak mulai belajar dan beradaptasi untuk mengembangkan berbagai keterampilan dasar, termasuk kemampuan dan daya fokus yang diperlukan untuk berkonsentrasi dengan baik saat mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran yang telah disusun.
Konsentrasi dalam belajar merupakan salah satu indikator yang signifikan dalam mengevaluasi kesiapan anak untuk menghadapi tingkat pendidikan yang lebih lanjut. Namun, sejumlah anak usia taman kanak-kanak mengalami tantangan dalam menjaga fokus dalam periode waktu tertentu.
Salah satu metode yang kini mulai diterapkan di berbagai institusi pendidikan adalah teknik duduk tenang (silent sitting), yakni suatu kegiatan yang mengharuskan individu untuk duduk dengan diam dalam keadaan hening selama beberapa menit, biasanya dilakukan sebelum proses pembelajaran dimulai.
TK B Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng mengimplementasikan metode silent sitting di awal sesi pembelajaran yang disertai dengan iringan musik instrumental yang menenangkan. Aktivitas ini dilakukan secara reguler setiap hari sebagai elemen dari pendekatan pendidikan yang holistik. Jumlah siswa yang berpartisipasi dalam penerapan metode ini dengan 28 siswa, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Siswa melaksanakan aktivitas silent sitting dalam suasana hening, dengan posisi tubuh yang santai dan mata yang tertutup.
Musik instrumental yang diperdengarkan selama kegiatan memiliki tujuan untuk menciptakan suasana yang tenang serta membantu siswa dalam menenangkan pikiran sebelum memulai proses pembelajaran. Durasi kegiatan silent sitting dilakukan selama 3–5 menit setiap pagi. Tujuan utama dari penerapan metode ini adalah untuk meningkatkan konsentrasi belajar siswa selama mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas. Guru mencatat perubahan perilaku, kemampuan penangkapan, dan tingkat perhatian iswa sebelum dan setelah penerapan program ini.
Hasil Implementasi Silent Sitting
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh para guru selama penerapan metode ini, mayoritas siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan mereka untuk mempertahankan konsentrasi selama berlangsungnya proses pembelajaran. Mereka menjadi lebih siap secara mental dan emosional dalam menerima dan memahami materi pelajaran yang diajarkan. Siswa kini tampak lebih tenang dan tidak mudah tersdistracted oleh berbagai rangsangan dari luar yang mungkin muncul di sekitar mereka. Selain itu, mereka juga mampu duduk dengan tenang dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan sebelumnya, yang merupakan suatu kemajuan positif yang sangat jelas. Hal ini menunjukkan bahwa metode silent sitting memberikan kontribusi yang sangat berarti terhadap pengembangan kontrol diri dan disiplin dalam belajar.
Dalam aspek kognitif, sejumah anak yang sebelumnya mudah teralih perhatiannya ketika mendengarkan instruksi, kini menunjukkan peningkatan dalam konsentrasi dan kemampuan mereka untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan lebih fokus dan tepat waktu. Para pendidik juga mencatat adanya perkembangan positif dalam interaksi sosial siswa. Setelah melaksanakan kegiatan duduk tenang, anak-anak menunjukkan sikap yang lebih sabar saat menunggu giliran, tidak mudah marah, dan cenderung lebih bersedia untuk berkolaborasi dalam aktivitas kelompok.
Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan dalam respons yang mereka tunjukkan terhadap metode ini. Baik siswa laki-laki maupun perempuan secara keseluruhan menunjukkan reaksi positif yang cukup konsisten terhadap rutinitas silent sitting yang diterapkan setiap pagi sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
Dari sisi psikologis, siswa merasa sangat nyaman dan menikmati berbagai kegiatan tersebut dengan antusiasme yang tinggi. Mereka bahkan mulai meminta agar musik instrumental tetap diputar terus-menerus ketika mereka merasa lelah atau gelisah di tengah hari yang panjang. Hal ini menunjukkan bahwa musik dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi mereka dalam situasi yang menantang atau membingungkan.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, dapat disimpulkan secara jelas bahwa metode silent sitting memberikan kontribusi positif yang signifikan dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa yang berada di usia taman kanak-kanak. Penerapan yang dilakukan secara konsisten, disertai dengan suasana yang mendukung dan nyaman, menjadi kunci utama yang sangat penting untuk keberhasilan penerapan metode ini dalam proses pembelajaran siswa.
Penulis: Metta Gansari, S. Ag.