Ketika Pelangi Kehilangan Warnanya

Oleh : fatmi fazriah, S.Pd.

Memahami tangis hening anak-anak yang terluka pada babak ini kita dibukakan matanya sebagai seorang Guru yang harus memiliki empati bukan sekedar mengajar untuk memberikan ilmu. WHO mencatat bunuh diri adalah Penyebab kematian keempat tertinggi pada usia 15-29 tahun, dengan lebih dari 700.000 jiwa meninggal per tahun secara global. Di Indonesia, sekitar 3,9% dari 8.899 remaja pernah mencoba bunuh diri. Faktor risiko utama meliputi depresi, bullying, masalah keluarga, dan tekanan akademik Tragis Bukan? Dengan pemikiran mereka yang sangat sederhana: “Jika aku tidak ada, mungkin masalah akan selesai.”

Seorang anak butuh lebih dari sekedar nilai bagus untuk tumbuh tetapi ia butuh Pelangi tujuh warna

  • Merah keberanian untuk mengungkapkan rasa
  • Jingga kehabngatan pelukan saat sedih
  • Kuning keceriaan bermain tanpa beban
  • Hijau ketenangan saat taka da yang mengerti
  • Biru kedalaman empati yang tulus
  • Nila keyakinan bahwa ia berharga
  • Ungu harapan bahwa esok lebih baik

Guru tidak bisa menyediakan semua warna sendirian. Tetapi guru bisa menjadi warna pertama yang megajak warna lain Bersatu membentuk Pelangi.

Lihatlah di sekeliling kitaanak-anak adalah Pelangi yang suatu saat akan mewarnai dunia dengan cara mereka sendiri. Tugas kita sederhana pastikan mereka punya semua warna yang mereka butuhkan. Pastikan mereka merasa dilihat, didengar, dam dicintai. Pastikan mereka tahu bahwa awan gelap selalu ada Pelangi nantinya.

Karena setiap anak berhak untuk tumbuh, bukan tenggelam

Karena setiap anak berhak untuk bermimpi, bukan berhenti

Add a Comment

Your email address will not be published.