Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Memadukan Website dan Games Edukatif pada Mata Pelajaran IPS Sejarah
Sebagai seorang guru IPS Sejarah, saya selalu berharap peserta didik terlibat aktif dan merespon pembelajaran dengan baik. Namun, sering kali, sejarah dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan, yang bisa berakibat pada lunturnya rasa nasionalisme dan penghargaan terhadap keberagaman. Siswa sering kali mengeluh, merasa bosan, mengantuk, bahkan kurang termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi.
Setelah mempelajari strategi pembelajaran berdiferensiasi, saya mulai menerapkannya untuk meningkatkan motivasi siswa. Salah satu langkah awal yang saya lakukan adalah melakukan asesmen diagnostik nonkognitif menggunakan Canva, di mana siswa dapat membuat profil pribadi yang mencakup hobi, minat, dan gaya belajar mereka. Ini membantu saya mengidentifikasi kebutuhan belajar yang berbeda dari masing-masing siswa.
Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi
Untuk merespons berbagai kebutuhan siswa, saya memadukan penggunaan website guru dan games edukatif dalam proses pembelajaran sejarah.
- Persiapan dan Pengorganisasian: Saya merencanakan konten pembelajaran dan memanfaatkan teknologi untuk menyusun materi yang bisa diakses siswa melalui website. Tujuannya adalah untuk menyajikan pembelajaran yang fleksibel dan dapat diakses kapan saja sesuai dengan kebutuhan mereka.
- Penggunaan Website Guru: Website berfungsi sebagai pusat sumber daya. Di sana, siswa dapat mengakses materi pelajaran, video penjelasan, PowerPoint, dan instruksi terkait aktivitas harian. Website ini juga menjadi tempat siswa melihat agenda pembelajaran hari itu.
- Penyajian Video Pembelajaran: Video pembelajaran memberi penjelasan mendalam mengenai topik tertentu. Siswa dapat menontonnya di kelas bersama-sama atau secara mandiri. Mereka didorong untuk mencatat poin penting dari video untuk didiskusikan nanti.
- Diskusi Kelompok Berdasarkan Tingkat Pemahaman: Siswa dikelompokkan berdasarkan hasil asesmen awal, dan saya memberikan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman mereka. Selama diskusi, saya memberikan bimbingan sesuai kebutuhan kelompok.
- Games Edukatif “Lingkaran Seru”: Setelah memahami materi dari video dan diskusi, siswa mengikuti games edukatif “Lingkaran Seru.” Games ini menguji pemahaman mereka tentang materi sejarah dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Siswa berpartisipasi secara individu atau berkelompok, tergantung pada desain game.
Dampak Pembelajaran Berdiferensiasi
Penggunaan website dan games edukatif secara efektif meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sejarah. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, siswa lebih termotivasi, dan hasil belajar mereka meningkat. Bahkan siswa yang awalnya kurang antusias menjadi lebih aktif dan terlibat dalam diskusi.
Pelajaran yang Saya Dapatkan
- Pahami Kebutuhan Belajar Siswa: Guru perlu mengetahui kebutuhan, kesiapan, minat, dan gaya belajar siswa agar dapat menyesuaikan metode pengajaran.
- Kreativitas dalam Merancang Pembelajaran: Guru harus inovatif dalam memadukan teknologi dengan pembelajaran, karena siswa sekarang hidup di era teknologi.
- Permainan Meningkatkan Motivasi Belajar: Integrasi permainan dalam pembelajaran membuat siswa lebih antusias dan terlibat dalam proses belajar.
Pembelajaran berdiferensiasi, khususnya dengan memadukan media digital dan permainan edukatif, menjadi cara yang efektif untuk membuat pelajaran sejarah lebih hidup, menarik, dan relevan bagi siswa.
Penulis : Maria Fescilita, S.Pd