Pertunjukan Barongsai di Sekolah

Barongsai merupakan pertunjukan yang selalu ditunggu oleh anak-anak menjelang perayaan Imlek. Kelincahan gerakan pemain barongsai yang melompat ke sana-ke mari diiringi suara tetabuhan gong dan drum membuat suasana menjadi lebih semarak. Apa sebenarnya hubungan pertunjukan barongsai dengan perayaan Imlek? Mengapa barongsai menjadi suatu pertunjukan yang selalu ada setiap perayaan Imlek? Dari hasil penelusuran diketahui bahwa barongsai merupakan simbol pengusiran energi negatif dan roh-roh jahat. Suara bising dalam pertunjukan barongsai dipercaya dapat mengusir nasib buruk seseorang. Pertunjukan barongsai menjadi tradisi simbolik untuk menyambut tahun baru dengan energi positif. Selain itu barongsai dipercaya akan mendatangkan keberuntungan, kemakmuran dan kebahagian untuk tempat yang dikunjunginya.

Sekolah Cinta Kasih tzu chi juga selalu mengadakan pertunjukan barongsai di sekolah setiap tahunnya untuk merayakan tahun baru Imlek. Tidak terkecuali tahun ini. Pertunjukan barongsai di sekolah tahun ini jauh lebih tertib dibandingkan tahun sebelumnya, karena pertunjukan tahun ini digelar dalam beberapa tahapan. Tahap pertama untuk unit SMA/SMK.  Tahap berikutnya untuk SMP. Kemudian untuk TK dan SD kls 1 dan 2, terakhir untuk SD kelas 3-6.

Hujan yang turun sejak pagi, tidak menjadi hambatan bagi pergelaran pertunjukan barongsai di sekolah. Pengelola sekolah khususnya bagian kesiswaan telah menyiapkan rencana cadangan sehingga pertunjukan barongsai dapat terus dilaksanakan. Karena hujan, tahap pertunjukan  untuk SMA/SMK dan SMP dilakukan di lapangan indoor sekolah. Barulah setelah hujan berhenti, pertunjukan barongsai untuk TK dan SD dilakukan di lapangan outdoor.

Satu hal yang agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ada tiga barongsai yang melakukan aksi pertunjukannya. Bila biasanya hanya ada barongsai merah dan kuning, untuk tahun ini ada tambahan satu barongsai berwarna merah muda yang turut beraksi. Bukan hanya pandai melompat ke sana kemari mengikuti iringan suara tabuhan, ketiga barongsai ini ternyata juga pandai berjoget dan menari mengikuti iringan musik hip-hop. Tentu saja hal ini menambah keseruan dan kegirangan anak-anak yang menonton.

Selesai pertunjukan barongsai anak-anak menerima pembagian angpao dari sekolah. Angpao merupakan wujud rasa syukur atas rejeki yang telah kita terima selama setahun terakhir. Pembagian angpao  merupakan budaya berbagi rasa syukur  atau rejeki kepada orang yang membutuhkan atau orang-orang yang kita kasihi. Berapa pun jumlahnya pembagian angpao ini tentulah membawa kegembiraan buat anak-anak yang menerimanya.

Semoga tahun baru membawa kedamaian dan keberkahan buat semua warga sekolah Cinta Kasih Tzu Chi. Gan En

Add a Comment

Your email address will not be published.