606 KEGIATAN SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH “Pemilih Cerdas, Aktif, dan Kritis”

Pada hari Selasa, 5 Mei 2026, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan bagi siswa kelas XII SMK dan SMA Cinta Kasih Tzu Chi. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Bawaslu dan KPU dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya peran pemilih dalam demokrasi.

Acara dibuka oleh guru unit dari SMA Cinta Kasih Tzu Chi yang diawali dengan doa bersama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Kepala Sekolah SMK Cinta Kasih Tzu Chi, Bapak Edi Supeno. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya siswa sebagai pemilih pemula untuk memiliki kesadaran politik yang baik, serta mampu menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.

Memasuki sesi inti, narasumber pertama yaitu Ibu Fitriani, S.Pd., M.Pd. dari Bawaslu menyampaikan materi mengenai pendidikan pemilih. Beliau menjelaskan bahwa pemilih yang cerdas adalah pemilih yang aktif, kritis, dan rasional dalam menentukan pilihan. Siswa diajak untuk memahami pentingnya mengecek data diri dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara online, serta memastikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sudah terdaftar. Jika belum terdaftar, siswa diimbau untuk melaporkannya kepada Bawaslu.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya mengenal lingkungan sekitar serta memahami visi, misi, latar belakang, dan rekam jejak calon pemimpin. Pemilih juga harus berani melaporkan apabila terjadi pelanggaran dalam pemilu, seperti praktik politik uang. Siswa diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh orang lain dan tetap memilih secara rasional.

Dalam pemaparannya, dijelaskan pula peran pemilih dalam demokrasi, yaitu menjadi pemilih yang cerdas sesuai asas LUBER JUDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil), membantu mengawasi jalannya pemilu, serta dapat berpartisipasi sebagai bagian dari penyelenggara pemilu, seperti pengawas TPS dengan syarat tertentu.

 

Selanjutnya, narasumber kedua yaitu Bapak Reza, M.Si. dari KPU memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan pemilu dan peran KPU sebagai penyelenggara. Beliau juga menyampaikan bahwa demokrasi tidak berhenti setelah pemilu selesai, tetapi terus berjalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk meningkatkan antusiasme peserta, sesi ini juga diisi dengan pertanyaan interaktif kepada siswa. Bagi siswa yang dapat menjawab dengan benar, diberikan hadiah berupa boneka maskot KPU, dan alat tulis, sehingga suasana menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

 

Di akhir kegiatan, perwakilan dari KPU memberikan penutupan, dilanjutkan oleh guru dari SMA Cinta Kasih Tzu Chi sebagai penutup resmi acara. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi.

Sebagai simbol kerja sama dan apresiasi, dilakukan juga penyerahan simbolis dari pihak KPU kepada Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi yang diterima oleh Bapak Edi Supeno selaku Kepala Sekolah SMK dan Bapak Agus Purwanto selaku Kepala Sekolah SMA.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa kelas XII sebagai pemilih pemula dapat menjadi pemilih yang cerdas, aktif, dan kritis, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang jujur dan adil di Indonesia.

 

Penulis: Kristin Maria Ambarita

Add a Comment

Your email address will not be published.