608 Pelatihan Digital Marketing: Soft Selling Bersama Teh Barussel

Untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki siswa dalam bidang kewirausahaan serta keterampilan pemasaran, Teh Barussel mengadakan pelatihan untuk siswa jurusan akuntansi kelas X, dan XII pada 20 Januari 2026. Pelatihan dibimbing oleh Bapak Andro selaku salah satu karyawan Teh Barussel. Pak Andro selaku karyawan Teh Barussel memberikan materi tentang teknik promosi produk menggunakan metode soft selling.

Pak Andro menjelaskan bahwa soft selling merupakan cara promosi yang dilakukan secara halus dan tidak memaksa konsumen untuk membeli produk. Strategi ini dinilai lebih efektif di era digital saat ini karena mampu membangun ketertarikan dan kepercayaan pelanggan melalui konten yang kreatif dan komunikatif.

Pada kegiatan tersebut, para siswa diberikan tantangan untuk menjual produk Teh Barussel sebanyak lima box. Ketentuannya adalah jika siswa yang berhasil mencapai target penjualan 5 box teh, mereka akan mendapat akan memperoleh sertifikat dari Kementerian Pendidikan yang bekerja sama dengan Teh Barussel. Jika siswa menjual di atas harga normal, maka kentungan akan diterima langsung oleh siswa.

Para siswa mencoba memanfaatkan konsep branding digital untuk membangun identitas produk yang kuat. Para siswa menggunakan strategi digital marketing melalui penggunaan promosi online seperti diskon khusus. Harga yang diberikan oleh Teh Barussel kepada siswa adalah Rp.25.000. Selanjutnya siswa diberikan kebebasan akan menaikkan harga berapa agar target penjualan tercapai atau bahkan agar siswa dapat meningkatkan keuntungan atas penjualan.

Pemanfaatan digital marketing oleh siswa dilakukan melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook dan WhatsApp. Kehadiran media sosial memberikan peluang besar bagi siswa untuk memperkenalkan produk secara lebih kreatif, interaktif, dan menarik. Dalam proses penjualan produk, siswa menggunakan transaksi melalui pembayaran digital. Kemudahan tersebut menjadi nilai tambah yang sangat penting di era digital saat ini, di mana masyarakat cenderung mengutamakan kecepatan dan efisiensi. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan interaksi, jumlah pengikut media sosial, serta penjualan produk secara online.

Menariknya, seluruh siswa berhasil mencapai target yang diberikan, bahkan sebagian besar mampu menjual lebih dari jumlah yang ditentukan. Keberhasilan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme dan kreativitas siswa dalam memasarkan produk. Program ini menjadi motivasi besar bagi siswa untuk belajar berwirausaha sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi dan pemasaran digital.

Platihan digital marketing ini diharapkan menjadi pengalaman belajar yang menarik untuk siswa karena tidak hanya mendapatkan teori, tapi juga langsung mempraktekkan kegiatan pemasaran produk secara nyata melalui media sosial. Bukan hanya itu saja, dalam pelatiha ini menanamkan jiwa entrepreneurship kepada siswa sejak dini. Siswa dapat belajar pentingnya kreativitas, komunikasi, kerja keras, serta pemanfaatan teknologi digital dalam dunia bisnis. Selain berhasil mendapatkan keuntungan finansial, mereka juga memperoleh pengalaman nyata yang dapat menjadi bekal penting di masa depan.

Melalui kegiatan ini, Teh Barussel bersama Kementerian Pendidikan berhasil menciptakan program edukatif yang menggabungkan pembelajaran, praktik bisnis, dan pengembangan keterampilan digital secara langsung. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak siswa yang memiliki kemampuan berwirausaha dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun bisnis di era digital.

Add a Comment

Your email address will not be published.