638 – TANTANGAN PEMBELAJARAN KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Dilansir dari web Kemendikdasmen yang isinya “Program Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) bertujuan untuk memperkuat arah kebijakan dan implementasi pembelajaran berbasis teknologi digital di Indonesia melalui pengembangan desain, strategi, dan model pembelajaran yang kontekstual. Program ini juga ditujukan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dan calon pengajar, baik dari sisi pengetahuan konten keilmuan, keterampilan teknis, pedagogik, maupun etika dan literasi digital, agar mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran Koding dan KA secara efektif di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK”. Kami sebagai pembimbing atau pengajar unit SD khususnya pasti menemukan beberapa tantangan menarik pada pelaksanaanya.

Tantangan-tantangan yang kami temui dalam pelaksaannya antara lain kemampuan memahami dan tingkat fokus siswa yang berbeda-beda, keterbatasan perangkat dan internet, siswa dan orang tua banyak yang belum familiar dengan istilah “Coding and AI”, siswa mudah terdistrak dengan game saat menggunakan HP yang saharusnya bisa lebih bermafaat jika digunakan untuk belajar koding lebih dalam, serta perkembangan teknologi yang sangat cepat itu sendiri membuat semua pihak terutama guru harus pintar-pintar meluangkan waktu mengikuti pelatihan-pelatihan yang bisa meningkatkan pengetahuan dan pengalaman di bidang Koding dan kecerdasan Artifisial untuk berbagi kepada siswa danmorang tua.

 

Tentunya tantangan-tantangan tersebut bisa bahkan sangat bisa dijadikan peluang bagi kita pengajar untuk terus membuat materi, bahan ajar, modul, cara dan gaya ngajar, yang menarik dan mendalam agar siswa lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar koding di sekolah maupun luar sekolah. Fun Learning, Interaktif, Problem Solving, dan menempatkan siswa sebagai Subjek belajar koding, untuk saat ini masih menjadi “senjata” pengajar dalam kegiatan belajar Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai bagian dari program Kemedikdasmen “Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi”.

Pada kesempatan kali ini kami ingin bersyukur atas dukungan dari semua pihak, Pemerintah Indonesia, Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan terkait, Kepala Sekolah, rekan-rekan guru, sehingga kami pribadi bisa mengembangkan diri dan terus belajar untuk berbagi ilmu kepada siswa-siswi di sekolah khususnya bidan Teknologi Informasi.

 

Anton Setiyanto

Penulis

Add a Comment

Your email address will not be published.