645 – Kunjungan RSCK Kolaborasi Guru Mandarin dan Osis SMA-SMK Dalam Mewujudkan Program DREAM

Penulis : Junaidi (SMK)

 

Di tahun kedua kerja sama antara Guru Mandarin dan OSIS SMA-SMK, akhirnya kembali terlaksana salah satu kegiatan sosial yang sangat berkesan bagi kami semua, yaitu kunjungan ke RSCK. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Humanistic Culture of Tzu Chi and Mandarin Week 2026 yang diadakan oleh unit SMA-SMK Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi.

Tahun ini, kami mencoba menghadirkan sesuatu yang sedikit berbeda. Biasanya kegiatan Humanistic Culture of Tzu Chi and Mandarin Week lebih banyak diisi dengan lomba-lomba Mandarin dan kegiatan budaya humanis. Namun kali ini, kami ingin siswa tidak hanya belajar di dalam kelas atau melalui perlombaan saja, tetapi juga belajar langsung dari kehidupan nyata tentang arti melayani, peduli, dan membantu sesama.

Latar Belakang

Sekitar bulan Oktober 2025, guru Mandarin mulai berdiskusi mengenai konsep kegiatan Humanistic Culture of Tzu Chi and Mandarin Week 2026. Dalam diskusi tersebut, kami merasa bahwa kegiatan tahunan ini akan lebih bermakna jika ada kegiatan yang benar-benar melibatkan siswa secara langsung dalam aksi kemanusiaan.

Pada waktu yang hampir bersamaan, OSIS SMA-SMK ternyata juga sedang merancang sebuah program baru bernama DREAM. Setelah beberapa kali berdiskusi bersama pembina OSIS, kami merasa tujuan program ini sangat cocok dengan nilai budaya humanis Tzu Chi yang selama ini diajarkan di sekolah. Akhirnya, kami sepakat untuk bekerja sama menjalankan beberapa kegiatan sosial bersama.

Program DREAM

DREAM merupakan singkatan dari Daring to Reach Everyone and Make a Difference. Program ini dibuat oleh OSIS SMA-SMK dengan tujuan mengajak siswa berani menjangkau semua orang dan membawa perubahan yang baik bagi lingkungan sekitar.

Melalui program ini, siswa diajak untuk lebih peduli terhadap orang lain dan belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung. Tidak hanya belajar menjadi pengurus organisasi, tetapi juga belajar memiliki rasa empati, tanggung jawab, dan semangat membantu sesama.

Persiapan Kunjungan RSCK

Sebelum kegiatan kunjungan dilaksanakan, tentu ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, terutama dana untuk membeli kebutuhan yang akan diberikan kepada pasien dan keluarga pasien di rumah sakit. Karena tidak ada dana khusus, OSIS akhirnya berinisiatif melakukan penggalangan dana dengan menjual minuman dan makanan ringan di sekolah.

Kurang lebih selama tiga minggu, para anggota OSIS berjualan dengan sangat semangat. Mereka melayani pembeli saat pagi hari, jam istirahat, bahkan setelah pulang sekolah. Yang membuat kami terharu, mereka benar-benar menjalankan kegiatan ini dengan hati. Mereka tahu bahwa uang yang dikumpulkan nantinya akan dipakai untuk membantu orang lain.

Selain itu, OSIS juga mengajak seluruh siswa SMA-SMK untuk ikut berdonasi makanan seperti biskuit Roma Kelapa dan buah-buahan. Ternyata respons dari siswa-siswi sangat baik. Banyak yang ikut menyumbang dengan sukarela. Dari hal sederhana seperti ini, kami bisa melihat bahwa rasa peduli dan semangat berbagi mulai tumbuh di dalam diri siswa.

Pelaksanaan Kunjungan

Kegiatan kunjungan RSCK dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2026, mulai pukul 08.30 sampai 11.00 WIB. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini berjumlah lebih dari 20 orang yang terdiri dari guru pendamping, panitia OSIS, dan relawan Tzu Shao.

Saat tiba di RSCK, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok bertugas di gedung baru dan satu kelompok lainnya bertugas di gedung lama. Pembagian ini dilakukan supaya pelayanan yang diberikan bisa lebih maksimal.

Di gedung baru, beberapa siswa bertugas menyambut keluarga pasien di pintu masuk. Ada juga yang membantu membuat teh hangat untuk pasien dan keluarga pasien yang sedang menunggu. Selain itu, siswa juga membagikan makanan ringan dan buah-buahan sambil menemani mereka berbincang santai. Walaupun terlihat sederhana, suasana yang hangat dan perhatian kecil tersebut ternyata sangat berarti bagi mereka.

 

Sementara itu, di gedung lama, beberapa siswa ikut membantu pasien rawat inap. Ada yang menemani pasien mengobrol di kamar, membantu mendorong kursi roda pasien, bahkan ada juga yang membantu mengantar pasien yang baru selesai melahirkan.

Harapan dan Kesimpulan

Melalui kegiatan kunjungan RSCK ini, kami berharap siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman organisasi, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang lebih peduli, lebih berani membantu orang lain, dan lebih menghargai kehidupan. Kadang hal kecil seperti menemani orang berbicara atau memberikan senyuman saja sudah bisa membuat orang lain merasa diperhatikan.

Untuk menutup tulisan ini, saya ingin mengutip salah satu kata perenungan Master Cheng Yen: “Di dunia ini ada dua hal yang tidak bisa ditunda, yaitu berbakti kepada orang tua dan berbuat kebajikan.”

Terima kasih kepada semua guru, pembina OSIS, relawan, dan siswa-siswi yang sudah terlibat dalam kegiatan ini. Semoga kegiatan sederhana ini bisa menjadi pengalaman baik yang terus diingat dan membawa manfaat bagi banyak orang. Gan En.

Add a Comment

Your email address will not be published.