Ketika Warna Berbicara – Melalui Art Therapy
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap anak memiliki perasaan yang beragam. Ada saatnya merasa bahagia, sedih, kecewa, marah, takut, tenang, atau bersemangat. Namun, tidak semua perasaan mudah diungkapkan melalui kata. Oleh sebab itu, diperlukan ruang yang nyaman bagi anak untuk mengenali, memahami, dan mengekspresikan perasaannya.
Melalui pembelajaran Bimbingan dan Konseling (BK) di kelas 5 SD Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, siswa diajak mengikuti kegiatan Art Therapy dengan Tema “ Ketika Warna Berbicara”.
Melalui kegiatan ini, siswa belajar:
- Menuangkan berbagai perasaan mereka melalui warna, gambar dan kreatifitas,
- Mengenali setiap perasaan yang mereka alami dan mau menerimanya dengan baik,
- Menumbuhkan Cinta Kasih dalam seni,
- Mampu untuk memahami orang lain.
Dalam proses pembelajaran, guru BK terlebih dahulu menjelaskan pentingnya mengenali perasaan kita masing-masing. Setiap perasaan, mereka tuangkan dalam warna, gambar dan kreativitas. Tidak ada gambar yang benar dan salah, setiap karya merupakan bentuk ekspresi yang unik dan memiliki cerita tersendiri.
Suasana kelas menjadi lebih terbuka dan menyenangkan. Siswa dapat belajar bahwa setiap orang memiliki pengalaman dan perasaan yang berbeda, sehingga penting untuk menghargai, memahami, dan tidak menghakimi perasaan orang lain
Setiap goresan, bentuk, dan warna yang dituangkan siswa menjadi sebuah cerita kecil teantang diri mereka. Dari kegiatan sederhana ini, diharapkan siswa semakin percaya diri untuk mengekpresikan perasaan secara positif serta mampu membangun hubungan yang lebih baik dengan teman dan lingkungan sekitarnya. Karena terkadang, ada perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Namun melalui warna, hati dapat mulai berbicara
Penulis: Silviani Angela Tukan