Tes Kesiapan Belajar Siswa-Siswi Kelas 1 SD Cinta Kasih Tzu Chi
Pada hari Jumat, 31 Juli 2026 SD Cinta Kasih Tzu Chi mengadakan tes kesiapan belajar untuk siswa-siswi kelas 1 SD. Tes kesiapan belajar dilakukan di ruang kelas masing-masing dari kelas 1A-1E. Tes ini berlangsung dengan durasi kurang lebih 2 jam dari Pukul 07.30-09.30 WIB. Kegiatan ini berjalan dengan tertib dan mendapatkan dukungan penuh dari orangtua siswa tentunya.
“Mengapa sih harus dilakukan tes kesiapan belajar bagi kelas 1 SD?” Karena, dengan tes kesiapan belajar kita bisa mendapatkan gambaran dan informasi penting yang berguna bagi siswa, guru dan juga orangtua di rumah untuk membantu perkembangan siswa lebih optimal.
Tes kesiapan belajar juga bertujuan untuk melihat tingkat kemampuan awal siswa dalam perkembangan motorik, bahasa, kognitif dan kemandirian. Tes kesiapan belajar mampu mengidentifikasi lebih awal jika anak membutuhkan stimulasi khusus pada aspek sensori, motorik, kognitif, konsentrasi, atau interaksi sosial dari latar belakang siswa yang berbeda. Baik siswa yang memang sudah pernah bersekolah dijenjang TK maupun siswa yang tidak TK. Dengan mengetahui tingkat perkembangan awal siswa, hal ini tentunya menjadi acuan bagi guru untuk menyesuaikan metode ajar agar siswa yang belum siap tidak merasa tertekan dan siswa yang sudah siap tidak merasa bosan didalam kelas. Tes kesiapan belajar juga mampu memberikan gambaran kepada orang tua mengenai aspek mana yang perlu di prioritaskan atau dilatih lebih lanjut di rumah agar anak mampu beradaptasi di sekolah.

Tes kesiapan belajar menjadi program rutin setiap tahun yang dilakukan di Kelas 1 SD Cinta Kasih Tzu Chi. Tes kesiapan belajar ini penting dan baik untuk dilakukan di sekolah-sekolah mengingat tujuan yang menyeluruh bagi siswa, guru dan orangtua. Tetapi sayangnya belum semua sekolah mempunyai program ini. SD Cinta Kasih Tzu Chi sudah menjalankan program ini 3 tahun terakhir. Tentu saya sangat bangga akan hal ini karena ini menunjukkan bahwa sekolah ini paham psikologi perkembangan anak, bukan sekadar menuntut hasil akademik instan.
Oleh: Lusia Harsiti