ADXW Bersama Tzu Ching: Kekuatan Dari Ucapan – Mewarnai Pohon Kebajikan

Oleh: Retno Wahyuningtyas, S.Pd.

Pada Sabtu, 23 Agustus 2026, siswa-siswi SD Cinta Kasih mengikuti kegiatan Ai De Xi Wang yang bertema “Kebajikan Bersama Menghadirkan Kekuatan dan Berkah”. ADXW bulan Agustus diisi oleh pemateri dari Tzu Ching yang melakukan aktivitas bersama yaitu menggambar “Pohon Kebajikan”. Kegiatan ini mengajak anak-anak mengenali kebaikan yang sudah ada dalam diri mereka dan memikirkan kebaikan yang ingin mereka tanam dan rawat setiap hari.

Kegiatan pertama diawali oleh materi yang berjudul “Kekuatan dari Ucapan”. Materi ini disampaikan oleh Tim dari Tzu Ching. Mereka mengajak kita untuk selalu melakukan hal-hal kecil, seperti menyapa teman, mengucapkan salam, menghibur teman yang sedang bersedih, dan kebaikan kecil lainnya. Selain itu, kita juga harus selalu ingat bahwa hati dan ucapan harus sama-sama baik. Ada 3 kebaikan yaitu pikiran baik, ucapan baik, dan perilaku baik. Ketiganya harus selalu kita lakukan agar kita dapat memiliki hati yang memiliki cinta kasih, sehingga rasa cinta kasih kita bisa disebarkan kepada orang lain juga.

Pada kegiatan kedua, Xiao Pu Sa diajak untuk mewarnai pohon kebajikan dan menuliskan kebaikan-kebaikan pada buahnya. Pohon dipilih karena mudah dipahami oleh siswa-siswi dan kaya makna. Pohon adalah makhluk hidup yang tidak tumbuh dalam sehari. Ia membutuhkan akar yang kuat, perawatan yang sabar, dan waktu. Begitu pula kebajikan, tidak muncul tiba-tiba, tetapi tumbuh dari kebiasaan baik yang dilakukan terus-menerus.

Gambar 1. Materi oleh Tzu Ching

Gambar 2. Keterampilan

Setiap bagian pohon memiliki makna. Akar melambangkan nilai dasar yang menopang kehidupan, seperti rasa syukur, kasih sayang keluarga, bakti kepada orang tua, dan penghormatan kepada guru. Batang melambangkan tekad dan karakter, yaitu kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Cabang melambangkan pilihan dan tindakan baik yang tumbuh ke berbagai arah, misalnya menolong teman, berbagi, dan meminta maaf dengan tulus. Daun melambangkan perbuatan baik sehari-hari yang tampak kecil tetapi jumlahnya banyak, seperti membuang sampah pada tempatnya, menyapa dengan ramah, atau membantu merapikan kelas. Adapun buah melambangkan contoh sikap kebajikan yang kita sering lakukan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya yaitu membantu orang tua, berteman dengan siapa saja, jujur, hemat, rajin beribadah dan lain-lain.

 

Gambar 3 dan 4. Aktivitas menggambar dan mewarnai pohon kebajikan

Melalui kegiatan ini, Xiao Pu Sa belajar mengenal dan menghargai kebaikan dalam diri sendiri, bersyukur atas orang-orang yang selama ini merawat dan mendukung mereka, serta berkomitmen melakukan kebaikan secara konsisten. Mereka juga belajar untuk dapat mengambil pilihan mana yang baik dan tidak baik untuk dilakukan.

Gambar 5. Hasil Menggambar Pohon Kebajikan

Dalam sesi refleksi, siswa diajak merenungkan kebaikan apa yang paling sering mereka lakukan, kebaikan apa yang masih ingin mereka tumbuhkan, dan siapa saja yang dapat merasakan “hasil” dari kebaikan mereka. Banyak siswa menyadari bahwa kebaikan tidak harus besar. Senyuman, bantuan kecil, dan kata-kata yang lembut pun sudah menjadi hal baik yang bisa disebarkan kepada orang lain.

Menggambar Pohon Kebajikan bukan sekadar kegiatan seni, melainkan sarana menanamkan karakter. Seperti pohon yang perlu disiram setiap hari, kebajikan perlu dirawat lewat tindakan nyata. Seperti kata perenungan master, “Sebaik apapun hati seseorang, jika tabiat dan tutur katanya tidak baik, tak dapat dikatakan sebagai orang baik”. Dengan semangat Ai De Xi Wang, diharapkan setiap siswa tumbuh menjadi pribadi yang penuh kasih, berbudi baik, dan membawa harapan bagi orang-orang di sekitarnya.

Add a Comment

Your email address will not be published.