Pengenalan Kegiatan Tzu Shao dengan Berbudaya Humanis

Pada suatu Sabtu pagi, matahari terang memberikan pelukan yang hangat bagi para penghuni Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi. Sabtu merupakan hari di mana banyak siswa-siswi memilih untuk tidur lebih lama, tapi tidak untuk siswa-siswi SMA Cinta Kasih Tzu Chi. Pada hari Sabtu, tanggal 3 Agustus, yang juga merupakan Tzu Shao perdana pada tahun ajaran 2024/2025, siswa-siswi SMA CKTC memutuskan untuk bangun lebih pagi untuk menghadiri kegiatan Tzu Shao pada bulan Agustus ini.

Kegiatan Tzu Shao ini bertujuan untuk melatih pendirian siswa-siswi SMA Cinta Kasih Tzu Chi sebagai tempat di mana mereka meluangkan waktunya untuk mengembangkan rasa kerelawanan dan sikap budaya humanis. Kegiatan Tzu Shao ini dapat mengisi waktu luang pada hari akhir pekan dengan kegiatan-kegiatan yang positif bagi diri sendiri dan sekitar.

Tepat pada pukul 7 pagi, ketika matahari baru terbit, anak-anak SMA Cinta Kasih Tzu Chi sudah memasuki gerbang sekolah untuk absensi, dan kemudian memulai pagi hari dengan senam sehat yang dibawa oleh ShiboVictor. Kegiatan senam pada pagi hari berguna untuk memberikan energi positif kepada para siswa-siswi SMA CKTC, juga menyehatkan tubuh dan menyiapkan diri untuk beraktivitas selanjutnya. Siswa-siswi SMA CKTC terlihat bersemangat dalam mengikuti senam pada pagi hari.

Setelah beraktivitas senam yang penuh dengan semangat, siswa-siswi SMA CKTC segera berbaris dengan rapi dan berjalan menuju aula gedung C untuk melanjutkan kegiatan Tzu Shao pada hari itu. Siswa-siswi SMA CKTC membawa pembelajaran dan sikap budaya humanis yang ditunjukkan dengan berbaris rapi sesuai kelompok masing-masing dan duduk bersama mentor guru mereka.

Kemudian kegiatan Tzu Shao secara resmi dimulai dengan sambutan dari MC, Darren Christantio dan Cornelius Dennies, keduanya merupakan anggota dari tim Duta Tzu Shao. Setelah kata-kata sambutan yang hangat dari kedua MC, untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, siswa-siswi SMA CKTC menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dengan suara yang lantang. Lagu “Indonesia Raya” ini selalu dinyanyikan sebelum memulai kegiatan, supaya mengingatkan siswa-siswi beserta mentor-mentor Tzu Shao akan cinta tanah air.

Kegiatan pun dilanjutkan dengan pemberian penghormatan kepada Shi Gong Shang Ren. Shi Gong Shang Ren ini merupakan pendiri dari Yayasan Buddha Tzu Chi, dan berkat cinta kasih beliau yang universal maka terbangunlah Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi. Oleh karena itu, siswa-siswi SMA CKTC memberikan penghormatan sebanyak tiga kali kepada Shi Gong Shang Ren sebagai ucapan rasa syukur mereka kepada Shi Gong Shang Ren dengan tulus dan mulia.

Tzu Shao tak akan lengkap tanpa pembacaan Ikrar Tzu Shao. Ikrar Tzu Shao ini merupakan ucapan janji sebagai seorang Tzu Shao yang memiliki pendirian dan karakter yang baik serta untuk menerapkan ikrar yang dibacakan. Setelah pembacaan Ikrar Tzu Shao, tentu akan ada nyanyian lagu “Mars Tzu Shao” yang diikuti oleh gerakan isyarat tangan, seni berkomunikasi yang bisa dilakukan tanpa mengucapkan kata, namun mengandung arti yang sungguh indah di dalamnya.

“Mars Tzu Shao” dilakukan bersamaan dengan isyarat tangan dan diajarkan oleh siswi-siswi SMA yang sudah menguasai isyarat tangan dengan baik. Kegiatan ini merupakan salah satu keunikan dari kegiatan Tzu Shao. Seusai “Mars Tzu Shao”, kegiatan dilanjutkan dengan kilas balik Tzu Shao pada bulan sebelumnya.

Setiap kegiatan Tzu Shao akan ditayangkan video dokumentasi dari kegiatan bulan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mengingat kembali apa yang dilakukan oleh para Tzu Shao Men di bulan lalu dan untuk menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik lagi pada Tzu Shao bulan berikutnya.

Setelah kilas balik, dilanjutkan dengan video ceramah Shi Gong Shang Ren. Video ceramah Shi Gong ini biasanya merupakan cerita atau ucapan-ucapan inspiratif dari Shi Gong Shang Ren sendiri, dengan harapan dapat memberikan inspirasi dan dampak positif bagi Tzu Shao Men. Ceramah dari Shi Gong Shang Ren bulan Agustus ini mengangkat tema “Melindungi Bumi dengan Pelestarian Lingkungan” yang diharapkan memberi manfaat bagi para siswa-siswi SMA CKTC untuk merefleksikan diri serta mengembangkan rasa cinta kasih dan peduli terhadap lingkungan di sekitar, baik di sekolah maupun rumah.

Pada akhirnya, acara utama pada kegiatan Tzu Shao bulan Agustus ini dimulai. Berhubung Tzu Shao ini adalah Tzu Shao perdana untuk tahun ajaran 2024/2025, maka terdapat murid-murid baru yang belum mengenal Tzu Shao. Oleh karena itu, Shibo Adi berbaik hati meluangkan waktunya untuk memberikan pemaparan materi tentang pengenalan kegiatan Tzu Shao.

Berbagai macam kegiatan telah berlalu, tentu siswa-siswi Tzu Shao mulai merasa jenuh. Maka, dari tim Duta Tzu Shao dibawakan ice breaking untuk mengembalikan semangat Tzu Shao Men. Game ice breaking dibawakan oleh Nadine dan Khaterine. Sesuai dengan kelompok masing-masing, orang paling belakang akan diberikan gambar oleh panitia dan kemudian harus menggambarkannya di punggung teman di depannya dan seterusnya. Kemudian, orang paling terakhir harus menggambar ulang di kertas. Permainan ini bertujuan untuk mengembangkan rasa kerja sama antara satu sama lain dan komunikasi tanpa melalui kata-kata.

Kegiatan Tzu Shao ditutup dengan sharing dari murid-murid beserta pesan cinta kasih dari Shibo Purwanto mengenai kegiatan Tzu Shao yang dilaksanakan pada bulan ini. Lalu, dilanjutkan dengan pembagian konsumsi makan siang. Berhubung sudah di penghujung acara, kegiatan Tzu Shao bulan Agustus ditutup dengan doa bersama untuk mendoakan saudara di luar yang mengalami bencana dan penghormatan kepada Shi Gong Shang Ren.

Demikianlah kegiatan Tzu Shao pada tanggal 3 Agustus 2024, kegiatan yang menjadi awal mula dari Tzu Shao pada tahun ajaran 2024/2025 ini diharapkan menjadi kegiatan yang bermanfaat dan berkesan bagi semua orang.

“Segala perbuatan harus dimulai dari sebuah tekad, bagaikan menanam sebatang pohon yang berawal dari sebuah benih.”

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Penulis: Victor Dhimas Handoyo, S.Pd