Guru SD Cinta Kasih Tzu Chi Belajar “Toastmaster” untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris

JAKARTA – Mengasah dan meningkatkan kemampuan guru merupakan kunci penting dalam kemajuan pendidikan. Menyadari pentingnya hal ini, Sekolah Dasar (SD) Cinta Kasih Tzu Chi melakukan langkah inovatif untuk meningkatkan keterampilan guru dalam berbahasa Inggris. Para guru yang bukan pengajar Bahasa Inggris mengikuti kegiatan Toastmaster yang diadakan di sekolah setiap Selasa dan Kamis pukul 14:00 hingga 15:00 setelah kegiatan belajar mengajar berakhir. Program ini juga melibatkan pengajar “Native Speaker” untuk membantu para guru dalam proses pembelajaran.

Dalam rapat awal tahun ajaran baru, Kepala Sekolah SD Cinta Kasih Tzu Chi, Bapak Timothy, menjelaskan latar belakang diadakannya inisiatif ini. “Saya ingin semua guru terus mengembangkan diri, terutama dalam kemampuan berbahasa Inggris. Tidak hanya guru Bahasa Inggris, tetapi juga guru non-Inggris harus mampu mengintegrasikan bahasa Inggris dalam pembelajaran sehari-hari. Ini akan memberikan dampak positif bagi siswa dan membantu mereka terbiasa dengan bahasa internasional sejak dini,” ungkapnya.

Melalui berbagai sesi Toastmaster, guru-guru berlatih berbicara dalam Bahasa Inggris dengan aktivitas yang bervariasi, seperti bernyanyi, permainan peran, memberi instruksi sederhana dalam Bahasa Inggris, dan permainan kata. Para guru juga diajarkan cara menggabungkan Bahasa Inggris dasar dengan Bahasa Indonesia dalam kegiatan belajar mengajar.

Mrs. Lusia, guru Bimbingan Konseling, berbagi pengalamannya, “Awalnya, saya tidak percaya diri. Namun, setelah beberapa minggu, saya mulai bisa menggunakan beberapa instruksi sederhana dalam Bahasa Inggris saat mengajar. Misalnya, saat membahas contoh perilaku baik, saya menggunakan istilah seperti ‘respectful, polite, responsible’. Ini membantu siswa lebih familiar dengan istilah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.”

Ibu Fitri, wali kelas 1, juga menambahkan, “Ini pengalaman yang baru bagi saya. Sekarang, saya lebih percaya diri menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia secara bersamaan, meskipun kadang-kadang siswa belum memahami apa yang saya katakan karena pengucapan yang kurang tepat. Saya mulai menggunakan instruksi sederhana seperti ‘wash your hands, tidy up your shoes, line up,’ dan dalam pembelajaran matematika, siswa dapat menyebutkan angka dalam Bahasa Inggris. Bahkan, dalam kegiatan pembukaan dan penutupan pelajaran, siswa terbiasa menggunakan Bahasa Inggris.”

Program Toastmaster ini bisa menjadi model inspiratif bagi sekolah lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara kreatif dan inovatif. Dengan meningkatnya kemampuan Bahasa Inggris para guru, diharapkan kualitas pendidikan di SD Cinta Kasih Tzu Chi akan semakin baik, mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global di masa depan.

Penulis : Riama Pangaribuan