Membangkitkan Momen “AHA” Pada Siswa-siswi Saat Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran, memunculkan pertanyaan yang keluar dari mulut para siswa tidak semudah saat guru menjawabnya. Perlu pertanyaan pemantik yang tepat untuk bisa memunculkan hal tersebut. Cara efektif guru untuk membangun pemahaman sebelum menggali lebih dalam detailnya adalah dengan bertanya. Keterampilan bertanya memiliki beberapa tujuan, salah satunya adalah untuk menumbuhkan rasa ingin tahu pada diri siswa-siswi, yaitu membangkitkan motivasi dan mendorong siswa-siswi untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Ketika siswa-siswi mampu menemukan sendiri jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka akan memunculkan momen “AHA”. Momen “AHA” yang ditunjukkan oleh siswa-siswi biasanya secara verbal melalui kata-kata, seperti “saya paham”, “saya mengerti”, “AHA” atau “WOW”, juga ditunjukkan secara nonverbal melalui anggukan kepala, tersenyum, dan menjentikkan jari.
Sebagai guru, tentunya kita akan merasa puas jika menemukan momen “AHA” pada siswa-siswi saat pembelajaran. Namun, tantangan yang muncul pada pelajaran bagian teori adalah guru sering kali terjebak dalam penugasan hapalan, merangkum, dan mengerjakan soal melalui buku teks, sehingga siswa-siswi akan merasa bosan serta kurang termotivasi. Bahkan, penugasan yang sama membuat siswa-siswi dengan keterampilan beragam tidak terfasilitasi dengan baik. Sejalan dengan implementasi Merdeka Belajar, salah satu peran guru adalah melaksanakan inovasi pembelajaran untuk menjawab kebutuhan siswa dan menciptakan iklim pembelajaran yang memerdekakan. Guru harus mulai berkolaborasi dengan siswa-siswi sehingga pembelajaran dilakukan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Salah satu momen “AHA” yang baru-baru ini terjadi dan berkesan bagi saya adalah saat siswa-siswi kelas VII melakukan praktikum IPA mengenai struktur sel tumbuhan (sel epidermis bawang merah dan jamur tempe (Rhizopus oryzae)) dengan menggunakan mikroskop. Praktikum ini bertujuan meningkatkan keterampilan siswa-siswi dalam menggunakan mikroskop dan bagaimana membuat preparat basah (dengan sayatan) untuk diamati di bawah mikroskop. Di tengah pembelajaran, ada kelompok yang sulit menemukan hasil pengamatannya pada mikroskop, namun dengan kesabaran dan kerja sama kelompok yang baik dari semua anggota tim, mereka akhirnya berhasil menemukan gambar struktur sel tumbuhan. Nampak rasa puas serta senyum bahagia terpancar dari wajah para siswa.
Momen ini mengajarkan bahwa dengan keyakinan dan kerja keras, kita bisa meraih apa yang kita harapkan. Terus belajar dan jangan pernah menyerah. Mari kita mampukan diri untuk menjadi guru yang menumbuhkan motivasi belajar setiap siswa-siswi kita. Jia You!
Penulis: Mersiana