Bermain Cubeez, Belajar Ekspresi

Penulis : Maya Sugmawati, S.Pd

Pada hari Kamis dalam setiap pekan, selalu menjadi momen yang dinantikan oleh siswa kelas 3E SD Cinta Kasih Tzu Chi karena pada hari tersebut merupakan jadwal kunjungan ke perpustakaan. Dalam kunjungan kali ini, anak-anak tidak hanya menikmati berbagai koleksi buku yang menarik, tetapi juga disuguhkan dengan beragam permainan edukatif yang seru dan menantang, salah satunya adalah Cubeez. Permainan ini menggunakan kartu dan dadu yang dapat melatih kemampuan berpikir cepat, konsentrasi, dan koordinasi tangan dan mata.

Setiap pemain harus menyusun ekspresi wajah tertentu menggunakan dadu berwajah ekspresi yang dapat diputar dan disusun sesuai dengan kartu tantangan yang diambil. Permainan menjadi lebih menantang ketika pemain yang mendapat giliran menyusun ekspresi Cubeez harus menirukan ekspresi yang telah tersusun. Gelak tawa menggelegar menyaksikan berbagai ekspresi lucu siswa. Cubeez mengasah kreativitas siswa dan kecepatan berpikir siswa dalam suasana yang menyenangkan dan penuh tawa.

Permainan edukatif seperti Cubeez dapat menjadi alternatif yang bermanfaat di tengah maraknya game online. Tidak hanya melatih kemampuan kognitif, tetapi juga meningkatkan interaksi sosial, mengurangi ketergantungan pada gawai, serta mengembangkan kreativitas dan ekspresi emosi anak. Dengan adanya permainan ini, anak-anak diajak untuk lebih aktif secara fisik dan mental, berbeda dengan game online yang sering membuat mereka duduk diam dalam waktu lama. Permainan Cubeez juga dapat menjadi pilihan kegiatan siswa dan orang tua di rumah saat akhir pekan, sehingga hubungan antar keluarga semakin erat.

Manfaat lainnya, Cubeez dapat membantu anak memahami konsep emosi dengan cara yang menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan kecerdasan emosional mereka. Permainan ini juga mudah ditemukan di berbagai marketplace dengan harga yang terjangkau, sehingga dapat menjadi pilihan yang baik bagi orang tua dan guru untuk mendukung dan menyediakan permainan edukatif serta mengurangi penggunaan gawai di kalangan anak-anak.

Menurut Dr. Jane McGonigal, seorang pakar game dan pendidikan, permainan yang melibatkan kreativitas dan interaksi langsung dengan teman sebaya membantu anak-anak mengembangkan kecerdasan sosial dan emosional yang penting untuk kehidupan mereka. Melalui pengadaan permainan edukatif yang dimiliki perpustakaan ini, siswa mendapatkan pengalaman berharga karena mereka dapat merasakan bagaimana belajar dapat menjadi aktivitas yang seru dan interaktif, sekaligus mematahkan pemikiran bahwa perpustakaan hanya menjadi tempat membaca yang membosankan.