Suara Budaya, Nafas Merdeka: Siswa-Siswi SMK Cinta Kasih Tzu Chi Merajut Identitas Bangsa Lewat Orasi Kebudayaan
Oleh: Khusnun A’nillah, M.Pd. (Guru Bahasa Indonesia), SMK Cinta Kasih Tzu Chi
Dalam rangka memperingati semangat kemerdekaan dan memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia, siswa-siswi SMK Cinta Kasih Tzu Chi turut berpartisipasi dalam Perlombaan Orasi Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Trunojoyo. Mengusung tema “Suara Budaya, Nafas Merdeka: Merajut Identitas Bangsa di Tengah Keberagaman, kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan pemikiran, nilai, dan kebanggaan mereka terhadap kebudayaan Indonesia melalui kekuatan kata dan orasi.
Dalam kegiatan tersebut, tujuh siswa SMK Cinta Kasih Tzu Chi tampil mewakili berbagai corak kebudayaan nusantara dengan penuh semangat dan percaya diri. Mereka adalah Marvel dari kelas XI PPLG 1 yang menampilkan nuansa budaya Indonesia Timur, Monica Jayanti dari XI AKL yang membawakan nuansa Bandung, Steven dari X AKL dengan nuansa Betawi, Valencia dari XI MPLB juga berpenampilan Betawi, Vanessa dari XI MPLB yang mengenakan busana khas Dayak, Lovieko dari X PPLG 2 dengan nuansa Betawi, serta Valenia dari X MPLB yang menampilkan budaya Medan. Setiap siswa tampil mengenakan busana tradisional yang mencerminkan keberagaman budaya bangsa, sekaligus memperlihatkan kebanggaan akan identitas Indonesia.
Melalui kegiatan perlombaan ini, para peserta tidak hanya belajar berbicara di depan umum, tetapi juga memahami bagaimana kebudayaan menjadi bagian penting dari jati diri bangsa. Setiap kata yang diucapkan dalam orasi mereka lahir dari proses perenungan terhadap nilai-nilai luhur bangsa, seperti gotong royong, toleransi, dan persatuan dalam perbedaan. Kegiatan orasi kebudayaan ini menjadi ruang bagi siswa untuk menumbuhkan kesadaran bahwa bahasa dan budaya adalah dua hal yang tak terpisahkan dalam membentuk karakter dan identitas nasional. Bagi siswa, proses mempersiapkan orasi ini merupakan perjalanan yang memperkaya wawasan. Mereka melakukan riset kecil tentang budaya daerah masing-masing, memahami filosofi busana dan tradisi, lalu menuangkannya ke dalam teks orasi dengan gaya berbahasa yang kuat dan penuh makna. Melalui latihan berulang, mereka belajar menata suara, mengatur intonasi, dan mengekspresikan pesan dengan penuh keyakinan. Dari proses itu, tumbuhlah keberanian, kepekaan, dan rasa cinta terhadap kebudayaan bangsa sendiri.
Sebagai guru Bahasa Indonesia, saya melihat kegiatan perlombaan ini sebagai salah satu cara efektif untuk mengintegrasikan keterampilan berbahasa dengan pendidikan karakter. Berorasi bukan hanya soal berbicara, melainkan tentang bagaimana seseorang berpikir kritis, menimbang makna, dan menyampaikan pesan dengan hati. Dalam setiap penampilan, terlihat jelas bagaimana siswa belajar menghargai perbedaan dan menjadikan kebudayaan sebagai jembatan yang mempererat persaudaraan di tengah keberagaman.
Di akhir kegiatan, kami melaksanakan sesi refleksi dan berbagi pengalaman perlombaan. Para siswa mengungkapkan bahwa mengikuti lomba orasi kebudayaan memberikan mereka kesempatan untuk mengenal Indonesia lebih dekat. Mereka menyadari bahwa di balik setiap pakaian adat dan bahasa daerah tersimpan nilai-nilai luhur yang perlu dijaga. Ada rasa bangga yang terpancar saat mereka menyampaikan orasi dengan busana tradisional yang mewakili keindahan budaya nusantara. ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa. Melalui orasi, mereka tidak hanya belajar berbicara, tetapi juga belajar menyuarakan identitas Indonesia dengan percaya diri dan penuh kebanggaan.
Semoga perlombaan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Indonesia, tempat mereka belajar mengekspresikan gagasan dengan percaya diri, berpikir kritis, serta memahami makna keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya fasih berbahasa, tetapi juga mampu menjaga warisan budaya dengan hati dan tindakan nyata.