Menanamkan nilai-nilai kebaikan, menumbuhkan semangat baru dalam menyebarkan cinta kasih, dan pemahaman mendalam untuk menapaki jalan Bodhisatwa melalui kegiatan rutin yang dilakukan yaitu pelatihan AP-2
Pelatihan Abu Putih 2 (AP2) merupakan salah satu tahapan yang penting dalam kegiatan pembinaan relawan Yayasan Buddha Tzu Chi dan dilakukan untuk lebih memperdalam pemahaman mengenai berbagai filosofi dan misi kemanusiaan Tzu Chi. Pelatihan ini diadakan di Aula Gedung C Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, pada hari Minggu, 8 Februari 2026 dengan dihadiri relawan sebanyak 130 orang dari staf, guru, dan daai Mama. Pelatihan AP-2 juga mengusung tema yaitu “Benih Kebajikan Bertumbuh Menjadi Tak Terhingga”.
Pelatihan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kebaikan, menumbuhkan semangat baru dalam menyebarkan cinta kasih, serta membekali relawan dengan pemahaman mendalam untuk menapaki jalan Bodhisatwa. Kegiatan ini dilakukan dengan sangat menarik dan tentunya seru karena mengundang nara sumber yang memberikan pemahaman serta pengalaman berharganya kepada seluruh peserta pelatihan.
Kegiatan pelatihan diawali dengan melakukan praktik langsung Pradaksina yang dipandu oleh Adi Sx, dan Suwarni Sj. Pradaksina bukan sekadar melangkah, melainkan sebuah latihan kesadaran. Setiap langkah dan setiap tarikan napas adalah bentuk rasa syukur. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih ketenangan batin, memperdalam fokus, memupuk kebijaksanaan, serta menyucikan hati sebelum beraktivitas atau melakukan pelayanan (relawan).
Selain itu para relawan juga mendengarkan sharing narasumber Nur Qomariansyah Sx, yang mengangkat tema “Menjalin Jodoh Melakukan Kunjungan Kasih Misi Pendidikan” dimana para guru mengajak peserta didik untuk menumbuhkan karakter baik dalam diri untuk penerapan moralitas, etika, tata krama, dan perilaku baik. Sharing selanjutnya oleh Timothy Sx, dengan tema “Mensucikan Hati Manusia Melalui Misi Pendidikan” yang memberikan penjelasan bagaimana seorang guru tidak ganya menanamkan keterampikan dan pengetahuan, tetapi juga membimbing siswa untuk menjadi orang yang holistik. Guru juga tidak hanya mengajar di sekolah, tetapi ia menjadi panutan seumur hidup dimanapun berada. Selain itu narasumber terakhir ada Gianny Sj, yang mengajak relawan untuk Bersama-sama menjaga keseimbangan alam dengan melaksanakan prinsip 7R Pelestarian Lingkungan yaitu Rethink (memikirkan ulang), Refuse (menolak), Reduse (mengurangi), Reuse (memakai ulang kembali), Repair (memperbaiki), Recycle (mendaur ulang), dan replace (menggantikan). Dan dapat memahami kembali motto misi pelestarian lingkungan “Merubah sampah menjadi emas, emas menjadi cinta kasih, laksana air jernih yang mengelilingi dunia”.
Dalam kegiatan pelatihan AP-2 juga ada penampilan isyarat tangan yang sangat memukau dan kompak dari Tim SD dengan judul lagu “Tiga Tiada”, serta sharing pengalaman pelatihan dari 2 orang peserta yang sangat menarik dan tentunya mengispirasi bagi semua relawan yang datang pada pelatihan kali ini. Seperti kata perenungan Master Cheng Yen “Pupuklah rasa bersyukur, melalui sikap tahu akan keberkahan yang dimiliki, pupuklah rasa empati melalui sikap menghargai keberkahan, pupuklah kebijaksanaan melalui upaya penciptaan berkah kembali.
Penulis :
Damiyati, S.Pd