PERAYAAN HADIKNAS SMK CINTA KASIH TZU CHIPERAYAAN HADIKNAS SMK CINTA KASIH TZU CHI
“Pendidikan sebagai Jembatan Empati untuk Menciptakan pelajar yang Berjiwa Sosial”
Penulis: Margaretta, S.Pd.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMK Cinta Kasih Tzu Chi tahun ini berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Mengusung tema “Pendidikan sebagai Jembatan Empati untuk Menciptakan Pelajar yang Berjiwa Sosial”, sekolah ini kembali menegaskan komitmennya bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga pembentukan karakter yang berlandaskan kasih saying.
Perayaan Hardiknas di SMK Cinta Kasih Tzu Chi diisi dengan berbagai kegiatan yang dibuka dengan berdo’a dan menyanyikan lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya. Kemudian diisi dengan kegiatan lomba-lomba yang mengasah kemampuan anak-anak, sekolah mengadakan lomba pidato, poster digital, video iklan kreatif, cerdas cermat, debat dan fotografi. Saya sebagai PIC menekankan anak-anak untuk bisa menjabarkan tema lebih dalam disetiap karya yang mereka pilih sehingga makna pengembangan karakter bisa dipahami oleh anak-anak. Berikut salah satu karya fotografi anak-anak.
Juara 1 lomba fotografi
Lomba bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan sarana agar siswa dapat meresapi makna empati. Melalui kategori lomba seperti menulis esai kemanusiaan atau pembuatan poster sosial, siswa dipaksa untuk mengobservasi masalah di sekitar mereka dan mencari solusi berbasis kasih sayang.
Shania XII AKL
Lomba debat salah satu lomba kelompok yang bertujuan untuk mengikis ego individu dan menumbuhkan semangat gotong royong. Ini adalah simulasi nyata dari Jembatan Empati, di mana siswa belajar bekerja sama, saling menghargai perbedaan, dan mencapai tujuan bersama demi kebaikan kolektif. Tujuan jangka panjangnya adalah membekali siswa dengan mentalitas yang seimbang. Saat mereka lulus dan masuk ke dunia industri, mereka tidak hanya menjadi pekerja yang kompeten secara teknis, tetapi juga menjadi manusia yang memiliki hati nurani untuk tidak merugikan orang lain dan selalu ingin berkontribusi bagi masyarakat.
Juri Bu Vika dan Pak Agus untuk kegatan debat
Kelas XII MPLB (Debat)
Selain kegiatan lomba, dalam perayaan Hardiknas juga disediakan wadah bagi anak-anak yang ingin menampilkan kehebatan mereka dalam menyanyi serta dance. Hardiknas kali ini ada kehebatan dari tim tari tradisional dari Kalimantan, tari modern yang hits serta band music.
Tari Modern
Tari Tradisional
Melalui peringatan Hardiknas ini, SMK Cinta Kasih Tzu Chi berharap dapat melahirkan generasi emas yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap mengabdi. Pelajar yang memiliki “Jiwa Sosial” akan menjadi agen perubahan yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi masyarakat luas. Dengan menjadikan pendidikan sebagai jembatan empati, SMK Cinta Kasih Tzu Chi membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat mengejar ijazah, melainkan kawah candradimuka tempat terbentuknya insan-insan yang penuh cinta kasih.