Memantapkan Rencana Jenjang Pendidikan SMP Lewat Konseling Pendekatan Reality Therapy dengan Teknik WDEP

Oleh: Lusia Harsiti, S.Pd

Semester 2 ini menjadi  semester yang sangat penting bagi siswa-siswi kelas 6 SD Cinta Kasih Tzu Chi karena semester ini menjadi penentu kelulusan jenjang sekolah dasar. Semester ini fokus melihat nilai hasil belajar untuk semua mata pelajaran, fokus pada persiapan ujian dan juga fokus untuk merencanakan jenjang pendidikan selanjutnya yaitu jenjang SMP.

Ditengah-tengah kesibukan mempersiapkan ujian sekolah, siswa-siswi juga sedang menjalani masa transisi yang juga sangat penting untuk kita perhatikan bersama. Masa transisi ini harus dapat dilalui dengan matang karena masa ini merupakan periode perubahan besar dalam lingkungan belajar, perkembangan psikologis, dan hubungan sosial siswa, sehingga hal ini memerlukan dukungan dan bimbingan agar siswa dapat beradaptasi dengan baik.

Saya selaku guru BK dalam menanggapi hal ini tentunya mencoba memberikan pendampingan  sederhana yang bisa kami lakukan bersama-sama di kelas yaitu diskusi, sharing dan konseling kelompok dengan menggunakan Pendekatan Realita Therapy yang dikembangkan oleh William Glasser. Pendekatan Realita Therapy membantu seorang individu untuk bisa lebih bertanggungjawab, fokus pada saat ini dan bukan masa lalu dan pilihan keputusan yang lebih baik. Salah satu teknik dalam Pendekatan Realita Therapy yaitu Teknik WDEP yang membantu siswa untuk mengidentifikasi keinginan atau tujuan yang ingin dicapai (Want), memahami perilaku yang sedang dilakukan (Doing), mengevaluasi perilaku tersebut (Evaluation), serta menyusun rencana perubahan yang lebih positif (Planning). Dalam proses menganalisis rencana dengan Teknik WDEP siswa belajar untuk menganalisis keinginan-keinginan mereka saat ini, aksi apa yang harus mereka lakukan untuk dapat menggapai keinginan tersebut, mengevaluasi apakah aksi yang sudah mereka lakukan itu berhasil atau tidak, berdampak baik atau malah sebaliknya, lalu memikirkan alternatif  planning lain jika  planning awal kita tidak berhasil. Dalam proses ini siswa juga dapat belajar meningkatkan kesadaran diri dan kemampuan mengambil keputusan yang lebih baik dalam proses transisi ini. Selama proses ini berlangsung siswa juga belajar melihat strategi yang digunakan oleh teman lain, lewat konseling kelompok dan analisis WDEP ini akhirnya banyak siswa yang mendapatkan informasi dan pemahaman baru lewat diskusi antar teman dan guru, siswa yang masih mengalami kebingungan juga mendapatkan arahan dan bimbingan oleh guru BK sehingga hal-hal yang masih menjadi kebingungan kini sedikit demi sedikit menjadi sebuah keyakinan dalam mengambil keputusan memilih sekolah yang sesuai dengan keinginan mereka.

Add a Comment

Your email address will not be published.