23 Tahun Rusun Cinta Kasih Tzu Chi: Ketika Cinta Kasih Mengubah Kehidupan

Rabu, 26 Agustus 2026, menjadi hari yang penuh makna bagi warga Rusun Cinta Kasih Tzu Chi. Tepat 23 tahun perjalanan telah dilalui bersama. Bukan sekadar bertambahnya usia sebuah rumah susun, tetapi 23 tahun perjalanan kehidupan, harapan, dan cinta kasih yang telah tumbuh dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dua puluh tiga tahun yang lalu, kehidupan masyarakat di bantaran Kali Angke, Jakarta Barat, tidaklah mudah. Banjir besar pernah melanda dan membawa kesulitan bagi banyak keluarga. Di tengah kondisi tersebut, perhatian dan kepedulian Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia hadir untuk memberikan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat.

Master Cheng Yen sangat memperhatikan kehidupan masyarakat yang tinggal di bantaran Kali Angke. Kepedulian itu bukan hanya tentang memberikan tempat tinggal, tetapi tentang memberikan kesempatan kepada manusia untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Dari cinta kasih itulah kemudian lahir Rusun Cinta Kasih Tzu Chi.

Tempat ini menjadi lebih dari sekadar bangunan. Ia menjadi rumah bagi keluarga, tempat anak-anak tumbuh, tempat orang tua mencari rezeki, tempat harapan kembali dibangun, dan tempat sebuah generasi mempersiapkan generasi berikutnya.

Waktu terus berjalan.

Anak-anak yang dahulu tinggal di Rusun Cinta Kasih, kini telah tumbuh dewasa. Sebagian telah berkeluarga, memiliki pekerjaan, memperoleh pendidikan yang lebih baik, dan membangun kehidupan mereka sendiri. Apa yang dahulu mungkin hanya menjadi sebuah harapan, perlahan menjadi kenyataan.

Inilah salah satu makna cinta kasih yang sesungguhnya.

Cinta kasih tidak berhenti pada saat seseorang menerima pertolongan. Cinta kasih akan terus hidup ketika orang yang pernah dibantu kemudian mampu berdiri sendiri, membangun keluarganya, dan meneruskan kebaikan kepada generasi berikutnya.

Pesan itu terasa begitu kuat dalam lagu “Da Ai – Cinta Kasih Universal.” Lagu ini mengingatkan bahwa yang paling nyata dalam kehidupan adalah kebajikan dan pendampingan. Kemewahan duniawi pada akhirnya akan berlalu, tetapi hati yang bajik dapat terus berada di antara kita.

Pada perayaan ulang tahun ke-23 Rusun Cinta Kasih Tzu Chi, Tim Shou Yu Teratai (Isyarat Tangan) Guru Cinta Kasih Tzu Chi mempersembahkan penampilan isyarat tangan lagu Da Ai. Gerakan tangan yang sederhana menjadi bahasa yang mampu menyampaikan pesan yang sangat dalam cinta kasih universal.

Setiap gerakan seolah menjadi ungkapan syukur.

Syukur atas rumah yang selama puluhan tahun telah menjadi tempat berteduh dan berlindung. Syukur atas kesempatan untuk mencari rezeki dan memperbaiki kehidupan. Syukur karena cinta kasih yang ditanamkan 23 tahun lalu masih dapat dirasakan hingga hari ini.

Dalam lagu tersebut terdapat pesan untuk mengulurkan kedua tangan dan menyalurkan kehangatan kepada sesama.

Pesan itu begitu dekat dengan perjalanan Rusun Cinta Kasih Tzu Chi.

Dahulu, ada tangan yang diulurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kini, setelah 23 tahun, tangan-tangan itu seakan telah bertambah banyak. Mereka yang dahulu menerima cinta kasih, kini dapat menjadi tangan yang menolong, hati yang peduli, dan pribadi yang meneruskan kebaikan.

Cinta kasih seperti sungai yang terus mengalir.

Ia tidak berhenti pada satu tempat dan tidak berhenti pada satu generasi. Seperti pesan dalam lagu Da Ai, cinta kasih bagaikan sungai yang mengalir tanpa henti dan bagaikan api yang tidak pernah padam.

Begitu pula dengan Rusun Cinta Kasih Tzu Chi.

Dari sebuah musibah, lahir sebuah harapan. Dari sebuah kepedulian, lahir sebuah tempat tinggal. Dari sebuah tempat tinggal, tumbuh keluarga-keluarga. Dari keluarga-keluarga itu, lahir generasi yang lebih baik.

Maka, 23 tahun Rusun Cinta Kasih Tzu Chi bukan hanya tentang mengenang masa lalu.

Ini adalah tentang bersyukur atas perjalanan yang telah dilalui dan melangkah bersama menuju masa depan.

Penampilan Tim Shou Yu Teratai menjadi persembahan kecil yang penuh makna. Dengan gerakan tangan, mereka menyampaikan rasa bangga, rasa syukur, dan cinta kasih kepada rumah yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan kehidupan banyak keluarga.

Semoga cinta kasih yang telah ditanamkan 23 tahun lalu akan terus tumbuh.

Semoga anak-anak yang lahir dan tumbuh di Rusun Cinta Kasih menjadi generasi yang membawa kebaikan.

Dan semoga setiap keluarga yang pernah merasakan kehangatan cinta kasih di tempat ini dapat meneruskan kehangatan tersebut kepada orang lain.

Karena pada akhirnya, rumah bukan hanya tempat untuk tinggal. Rumah adalah tempat kehidupan bertumbuh, harapan dibangun, dan cinta kasih diwariskan.

Selamat ulang tahun ke-23 Rusun Cinta Kasih Tzu Chi.

Semoga cinta kasih terus mengalir seperti sungai, menerangi langkah menuju hari esok, dan menjadi cahaya yang tidak pernah padam bagi setiap kehidupan.

Add a Comment

Your email address will not be published.