Hal Kecil Berdampak Besar

Rakyat dan bangsa Indonesia menginginkan kemajuan negara setara dengan negara-megara maju lainnya. Membicara kemajuan bangsa dan negara tak lepas dari pembicaraan pendidikan. Membicarakan pendidikan tak lepas dari pembicaraan guru.

Guru, iya guru bisa jadi kata yang mulia, karena guru sebagai orang yang mempunyai pengabdian dan berilmu pengetahuan. Guru juga bisa sebagai kata keprihatinan, karena kesejahteraan guru yang begitu memprihatinkan dengan gaji ratusan ribu dan sangat jauh dibawah UMP. Guru juga bisa sebagai kata yang patut dipersalahkan, mana kala terjadi kejadian-kejadian dan kasus–kasus di dunia pendidikan. Guru juga bisa  sebagai kata pengharapan untuk kemajuan bangsa dan negara melalui dedikasi, pengabdian yang tulus, dan tentu melalui keteladanan karakter, kepedulian  dalam kehidupan sehari-hari.

Kepedulian guru dalam pendidikan dan pembelajaran di sekolah akan menjadi salah satu pembentuk karakter bagi murid–murid. Kepedulian yang dilakukan guru meskipun hanya kecil dan sederhana kalau dilakukan secara konsisten dan terus menerus akan berdampak bagi guru dan murid, dan akan memiliki keterikatan emosional antara guru dan murid dan menumbuhkan karakter yang baik.

Lalu apa saja bentuk kepedulian guru sekolah dasar yang bisa dilakukan terhadap murid. Hal-hal kecil bisa dilakukan guru, sebagai bentuk kepedulian terhadap murid.

Membetulkan krah baju. Mendekati murid sambil membetulkan krah baju murid yang kurang rapi bisa membuka komunikasi antara murid dengan guru. Murid akan merasa diperhatikan atas kepededulian guru yang telah membantu membetulkan krah baju.

Guru Perempuan bisa membantu membetulkan kunciran rambut dan membantu menyisir rambut. Momentum ini bisa menjadikan murid perempuan terkesan dengan guru yang telah membantu menyisir dan menguncir rambut murid, menegaskan guru tidak ada jarak dengan murid.

Menyapa murid terlebih dahulu. Sebagian guru menganggap bentuk penghormatan murid terhadap guru, murid harus memberikan sapaan terlebih dahulu. Guru yang menyapa murid terlebih dahulu telah mengajarkan tidak ada keegoisan dari guru.

Mendengarkan cerita murid. Murid yang didengar ceritanya oleh guru, murid menjadi lebih terampil secara lisan dan merasa bangga dan bahagia karena guru mau mendengar apa yang ia ceritakan.

Bercerita kepada murid. Bercerita tentang orang tua, anak, sahabat, tetangga dan hal kecil lain. Tentu bukan cerita-cerita gosip dan hoax. Bercerita sederhana tentang kehidupan yang dialami guru akan menambah dan memperkaya pengetahuan murid dan sangat menyenangkan bagi murid.

Usapan lembut. Usapan lembut terutama bagi anak yang sedang menangis, marah, sedih, murung, bengong dan sakit demam akan menentramkan dan membuat nyaman anak Kembali dalam kondisi normal.

Dan masih banyak hal-hal sederhana lain yang dapat dilakukan oleh guru dalam berinteraksi atau pembelajaran dengan murid sehingga dapat menambah dampak besar bagi perilaku dan karakter murid.

Penulis: Sri Juliastuti

Add a Comment

Your email address will not be published.