AI membuat kita bodoh? – Perkembangan kecerdasan buatan
Januari 07, 2025
Perkembangan kecerdasan buatan
Kehadiran kecerdasan buatan (AI) kini telah berevolusi menjadi “asisten pribadi” yang menangani segala hal mulai dari manajemen tugas hingga regulasi emosi, menciptakan kepercayaan psikologis yang mendalam pada penggunanya. Kenyamanan yang ditawarkan oleh algoritma ini seperti pengambilan keputusan yang cepat, akurat, dan ketersediaan 24 jam sering kali membuat otak manusia memilih jalur yang lebih mudah dan mempercayai mesin sepenuhnya. Akibatnya, terjadi pergeseran fundamental di mana manusia tidak lagi sekadar menggunakan teknologi sebagai alat, melainkan mulai “menggantikan” tanggung jawab memori dan keamanan diri kepada Artificial Intelligence, yang menjadi pintu gerbang awal bagi ketergantungan kognitif.
Terdampaknya kognitif
Analisis mendalam terhadap data penelitian mengonfirmasi kekhawatiran ini dengan menunjukkan korelasi statistik yang kuat antara tingginya penggunaan AI dan penurunan kemampuan berpikir kritis. Fenomena ini didorong oleh mekanisme cognitive offloading, di mana individu mendelegasikan proses berpikir analitis dan pemecahan masalah kepada mesin, yang menyebabkan “otot” mental mereka melemah karena jarang dilatih.
| Variabel Demografis | Tren Penggunaan AI | Dampak pada Berpikir Kritis | Temuan Kualitatif Utama | Variabel Demografis |
| Usia Muda (17-25) | Sangat Tinggi | Rendah | Merasa kehilangan kemampuan berpikir jika tanpa AI. | Usia Muda (17-25) |
| Usia Tua (46+) | Rendah – Sedang | Tinggi | Memilih metode manual untuk menjaga ketajaman mental. | Usia Tua (46+) |
| Pendidikan Rendah | Ketergantungan Buta | Rentan Penurunan | Saya hanya mempercayainya”Trust without verification”. | Pendidikan Rendah |
| Pendidikan Tinggi | Penggunaan Kritis | Tahan/Stabil | Melakukan cross-check, sadar akan bias algoritma. | Pendidikan Tinggi |
Dampak ini ternyata tidak merata generasi muda (17-25 tahun) menunjukkan kerentanan tertinggi karena ketergantungan yang terbentuk sejak dini, sementara individu dengan tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung lebih terlindungi karena kebiasaan mereka melakukan verifikasi silang dan mempertahankan skeptisisme intelektual terhadap hasil AI.
Terdampaknya kognitif
Pada akhirnya, meskipun AI menawarkan efisiensi luar biasa dan keputusan yang “bebas emosi” ketergantungan tanpa kritik berisiko menyebabkan hilangnya kreativitas dan kekuatan mental manusia di masa depan. Dokumen penelitian secara eksplisit memperingatkan bahwa karena AI, manusia kini mulai kekurangan kreativitas (lacking creativity), yang dapat berdampak pada pengaruh psikologis jangka panjang. Oleh karena itu, jawaban atas apakah AI membuat kita bodoh bergantung pada cara kita menggunakannya tanpa disiplin untuk tetap berpikir mandiri dan melakukan pengecekan fakta, kita berisiko kehilangan otonomi intelektual kita kepada algoritma.
oleh Muhammad Rizqi Akbar Rabbani
Sumber :
- Gerlich, M. (2025). AI Tools in Society: Impacts on Cognitive Offloading and the Future of Critical Thinking. Societies, 15(1), 6. https://doi.org/10.3390/soc15010006
- International Journal for Research in Applied Science & Engineering Technology (IJRASET) ISSN: 2321-9653; IC Value: 45.98; SJ Impact Factor. https://doi.org/10.22214/ijraset.2024.58863