AUTHENTIC LEARNING: FROM TEXTBOOKS TO REAL WORLD

By M. Geribka

Hai rekan-rekan guru yang ada disini maupun disana…Apakah rekan-rekan guru sekalian masih ingat, sudah berapa kali kita bergonta-ganti kurikulum? Kendala atau hambatan atau tantangan apa saja yang rekan-rekan dahulu sempat alami? Metode atau pendekatan belajar yang seperti apa yang rekan-rekan guru terapkan dalam proses belajar menghajar?

Hingga saat ini, sudah ada beberapa atau mungkin banyak metode atau pendekatan belajar yang direkomendasikan atau diterapkan oleh kurikulum maupun tenaga pengajar. Kurikulum pendidikan terbaru di Indonesia saat ini mengarah ke praktik Pembelajaran Mendalam. Pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Pada konteks ini, pembelajaran otentik (authentic learning) menjadi sangat relevan karena beberapa kelebihannya. Salah satunya adalah pembelajaran otentik menjadi penghubung buku teks ataupun materi/teori yang dipelajari di kelas dengan kehidupan sehari-hari dan dunia kerja/industri. Pada prakteknya, pembelajaran otentik memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk tidak hanya menghafal/memahami konsep/rumus/teori di kelas. Para pelajar wajib menerapkan materi/konsep/teori yang dipelajari ke dalam dunia nyata. Tidak berhenti pada penguasaan konsep/materi/teori, para pelajar juga ditantang untuk memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang ada. Sebagai contoh, dalam pembelajaran matematika. Biasanya para pelajar berhenti pada tahap menghitung rumus persentase keuntungan diatas kertas. Namun pada kesempatan ini, pembelajaran otentik (authentic learning) mewajibkan untuk merancang anggaran dan mengelola stand bazar makanan/jajanan sekolah atau dilibatkan dalam pembuatan laporan keuangan kantin sekolah sekaligus menghitung untung-rugi suatu kegiatan usaha. Praktis kegiatan seperti ini akan menjadi lebih bermakna dan berdampak pada dunia nyata.

Pada akhirnya, pembelajaran otentik (authentic learning) mampu menjadi penghubung antara buku teks di sekolah dan dunia nyata. Disamping itu, pendekatan ini dengan segala kelebihannya diharapkan mampu memberikan solusi terhadap setiap permasalahan yang ada seperti contoh yang telah disebutkan diatas. Selain itu, proses kegiatan belajar di kelas-kelas tentunya akan menjadi lebih berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sesuai dengan karakteristik pembelajaran mendalam.

Add a Comment

Your email address will not be published.