Bertualang di Taman Burung Jagat Satwa Nusantara dan Pusat Peragaan IPTEK Taman Mini Indonesia Indah
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta adalah salah satu tempat yang sering menjadi tujuan wisata bagi pelajar dan masyarakat umum. Selain menawarkan berbagai replika bangunan yang menarik, TMII juga memberikan wawasan baru bagi pengunjung. Salah satu kegiatan karyawisata kelas IV SD Cinta Kasih Tzu Chi adalah mengunjungi Taman Burung Jagat Satwa Nusantara dan Pusat Peragaan IPTEK.
Pada pukul 09.00 WIB, 154 siswa dan para pendamping dari kelas IV tiba di TMII setelah menempuh perjalanan selama dua jam dari sekolah. Taman Burung Jagat Satwa Nusantara merupakan tempat konservasi berbagai burung yang ada di Indonesia, termasuk spesies yang terancam punah. Di taman seluas enam hektar ini, siswa dapat menyaksikan keindahan dan keragaman burung-burung endemik dari berbagai penjuru Indonesia. Penempatan koleksi burung diatur sesuai jejak persebaran binatang berdasarkan Garis Wallace, yang memisahkan area taman menjadi Greater Sunda dan Wallacea Sahul.
Para siswa dibagi menjadi dua kelompok besar dan dipandu oleh petugas untuk berkeliling taman. Di kubah barat, mereka bisa melihat burung dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, seperti Merak, Beo, dan Enggang. Sementara di kubah timur, burung dari Sulawesi, Maluku, dan Papua, seperti Cendrawasih dan Maleo, memperlihatkan pesonanya. Masing-masing kubah dirancang dengan lingkungan vegetasi yang sesuai dengan habitat asli burung-burung tersebut.
Sesi terakhir di Taman Burung adalah pertunjukan burung dan pengenalan burung asli Indonesia serta luar negeri yang berhasil dikonservasi. Setelah itu, siswa menuju Gedung Peragaan IPTEK, yang berjarak sekitar 100 meter dari Taman Burung. Di sini, mereka beristirahat sejenak sebelum melanjutkan kegiatan.
Tujuan membawa siswa ke Pusat Peragaan IPTEK adalah untuk memperkenalkan dasar-dasar IPTEK yang berkaitan dengan fisika, kimia, dan biologi kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Tempat ini memiliki lebih dari 350 alat peraga interaktif yang dirancang khusus agar dapat digunakan langsung oleh pengunjung. Dengan adanya wahana seperti Ilmu Dasar, Listrik dan Magnet, Transportasi, serta simulasi gempa, anak-anak dapat belajar sambil bermain, sehingga pemahaman mereka terhadap konsep sains dapat meningkat.
Kegiatan karyawisata ini diharapkan dapat menginspirasi siswa untuk menyayangi seluruh makhluk hidup, termasuk burung-burung yang ada di Taman Burung TMII. Selain itu, diharapkan siswa juga mendapatkan motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi demi kemaslahatan alam, manusia, dan seluruh makhluk hidup. Sebagaimana dikatakan oleh Master Cheng Yen, “Giat menanam kebajikan akan menghapus malapetaka. Menyucikan hati sendiri akan mendatangkan keselamatan dan kesejahteraan.”
Penulis : Pahru, S.Pd.I., M.Pd.