Kelas Tzu Shao Ban: Menciptakan Lingkungan Hidup yang Sehat dengan Microgreens

Kelas Tzu Shao Ban, atau yang lebih dikenal sebagai kelas budi pekerti, merupakan kegiatan pembinaan karakter yang fokus utamanya terletak pada pengembangan nilai-nilai kemanusiaan, cinta kasih, dan kebaikan di kalangan remaja. Di dalam kelas ini, berbagai kegiatan dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai tersebut. Kelas Tzu Shao Ban ini rutin diadakan sekali dalam sebulan, dengan materi yang selalu berbeda di setiap sesi pertemuan. Selain pemberian materi, kelas ini juga diisi dengan games dan aktivitas lainnya yang dapat memperkaya pengetahuan para Tzu Shao. Dalam setiap sesi, para Tzu Shao juga diberi kesempatan untuk berinteraksi secara aktif satu sama lain, membangun hubungan yang lebih dekat antar teman.

Pada bulan November, kegiatan Tzu Shao Ban dimulai seperti biasa dengan penghormatan kepada Master sebanyak tiga kali. Setelah itu, dengan sikap berdiri dan beranjali, seluruh peserta melakukan kegiatan Pradaksina dan diakhiri dengan membaca Ikrar Tzu Chi bersama-sama.

   

Setelah rangkaian pembukaan selesai, sesi materi dimulai dengan pemaparan tentang praktek menanam microgreens yang disampaikan oleh Sg. Gianny. Dalam materi ini, para Tzu Shao diajarkan bahwa microgreens adalah sayuran yang dapat dipanen dan dikonsumsi ketika masih sangat muda, dalam waktu 7 hingga 14 hari. Microgreens mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin A, C, E, dan K, serta mineral seperti K, Fe, Zn, Mg, Cu, dan antioksidan seperti Beta Karoten. Oleh karena itu, microgreens sangat baik untuk dikonsumsi sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Setelah pemaparan materi, setiap peserta dibagikan wadah dan perlengkapan lainnya untuk menanam microgreens. Di sinilah semangat para Tzu Shao terpancar saat mereka mulai berpraktek menanam microgreens, yang akan mereka lanjutkan di rumah. Setelah menanam, mereka diminta untuk mengirim foto perkembangan tanaman mereka masing-masing, yang akan dipantau dan diapresiasi dalam kegiatan selanjutnya.

Materi berikutnya tentang pelestarian lingkungan, dengan tema “Sayangi Bumi,” disampaikan oleh Sg. Jusui. Dalam sesi ini, dijelaskan berbagai hal yang dapat merusak bumi serta cara-cara untuk menjaga dan merawatnya. Para Tzu Shao diajak untuk berbagi pendapat tentang cara-cara mereka menjaga bumi, sehingga mereka semakin memahami langkah-langkah yang mudah dan efektif untuk merawat lingkungan sekitar.

Dengan materi ini, para Tzu Shao tidak hanya mengetahui cara menjaga bumi, tetapi juga diberi kesempatan untuk mempraktekkan langsung di rumah, mulai dari kegiatan sehari-hari yang dapat membantu menjaga bumi agar tetap indah dan hijau. Seperti yang disampaikan oleh Master Cheng Yen, “Menjaga dan menghargai barang, serta menghemat konsumsi, juga merupakan cara untuk memberikan lebih banyak berkah bagi generasi mendatang.”

Dengan mengikuti kelas Tzu Shao Ban ini, para remaja tidak hanya diajarkan tentang kebaikan dan cinta kasih, tetapi juga diberikan bekal pengetahuan dan keterampilan untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi masa depan.

Penulis: Kristin Ana Maria