Melukis dengan Daun, Menanam Cinta Kasih

Pagi itu, terlihat anak-anak kelas 1 SD Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng begitu antusias dengan peralatan yang mereka bawa dari rumah. Terlihat beberapa anak saling bercengkrama dengan teman-teman lainnya sambil menunjukkan daun yang mereka bawa, serta peralatan lain seperti pewarna makanan, sisir, sikat gigi bekas, piring, dan juga celemek. Suasana kelas nampak begitu ceria karena antusiasme anak-anak untuk mengikuti pembelajaran seni rupa pada hari ini.

Jam pelajaran seni rupa pun tiba. Mereka dengan penuh semangat membuat karya seni dengan memanfaatkan daun-daun hijau sebagai media seni menggunakan teknik airbrush. Kegiatan melukis dengan daun bukan hanya sekadar aktivitas menggambar; kegiatan ini juga sebagai media belajar mereka dalam mengenal bentuk-bentuk tulang daun. Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan langsung dengan benda nyata mengenai bentuk-bentuk tulang daun. Cara ini sangat efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran karena anak-anak dapat dengan mudah mengenal dan mengingat bentuk-bentuk tulang daun.

Kegiatan pembelajaran di SD Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng senantiasa diintegrasikan dengan nilai-nilai Budaya Humanis Tzu Chi. Melalui kegiatan melukis dengan daun ini, anak-anak SD Cinta Kasih Tzu Chi diajak untuk menyadari bahwa alam di sekitar kita memberikan banyak hal yang bermanfaat, termasuk daun yang sederhana namun bisa menjadi suatu karya seni yang indah. Dalam setiap sapuan warna yang dipercikan, mereka belajar untuk menghargai alam dan memanfaatkannya dengan bijaksana. Mereka juga berlatih bekerja sama, saling membantu, saling menghargai, dan menjaga kebersihan lingkungan setelah kegiatan selesai. Semua ini mencerminkan nilai-nilai Budaya Humanis Tzu Chi, yakni rasa syukur, cinta kasih, dan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Kegiatan pembelajaran seni rupa yang dilakukan anak-anak kelas 1 SD Cinta Kasih Tzu Chi sebagai ekspresi Budaya Humanis Tzu Chi yang tertuang dalam karya anak-anak. Karya seni bukan hanya sekadar gambar, tetapi juga sebagai simbol cinta kasih yang tumbuh dan tertanam dalam jiwa anak-anak yang terus belajar untuk peduli. Seperti yang dikatakan Master Cheng Yen, “Dalam hal menciptakan berkah di alam kehidupan dan upaya melindungi bumi, harus dimulai dari diri sendiri.” Kata perenungan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa melalui tindakan sederhana seperti melukis dengan daun, anak-anak telah belajar mengambil langkah awal untuk menjadi insan yang mencintai bumi dan sesama.

Penulis: Widiastuti, M.Pd.