Mengenal Tes NST dan CPM untuk Kesiapan Anak Bersekolah

Kesiapan belajar merupakan fondasi penting dalam perkembangan kognitif dan emosional anak, khususnya ketika mereka akan memasuki jenjang sekolah dasar. Salah satu cara untuk mengukur kesiapan ini adalah dengan menggunakan alat tes seperti Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST) dan Coloured Progressive Matrices (CPM).

Tes CPM, yang dikenal luas di Indonesia, dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir logis anak melalui pengenalan pola dan hubungan antar elemen gambar. Tes ini terdiri dari 36 gambar yang terbagi ke dalam tiga set: Set A, Set Ab, dan Set B. Tes CPM dapat dilakukan dalam dua format, yaitu melalui buku cetak atau papan dengan gambar. Sementara itu, NST digunakan untuk mengukur tingkat kesiapan anak dari aspek yang lebih luas, seperti kemampuan kognitif dan motorik, yang relevan dengan dunia sekolah dasar.

Pada 18-20 November 2024, tes NST dan CPM dilaksanakan untuk murid-murid kelas 1 Sekolah Dasar Cinta Kasih Tzu Chi. Tes ini merupakan kerja sama antara konselor sekolah, yang berprofesi sebagai psikolog, dengan firma Vidyamaya Psikologi Center. Pelaksanaan tes berlangsung selama tiga hari secara bergantian, dimulai dengan kelas 1A dan 1B pada hari pertama.

Tes di hari pertama dimulai pukul 08.00 hingga 10.00 di ruang kelas masing-masing. Sebelum tes dimulai, anak-anak diimbau untuk sarapan agar mereka lebih fokus selama proses tes berlangsung. Kak Anne, yang memandu tes untuk kelas 1A, dengan sabar dan lembut memberikan instruksi kepada anak-anak. Pendekatan yang ramah dan jelas ini membantu anak-anak merasa nyaman, sehingga mereka tidak ragu bertanya jika ada hal yang kurang dipahami.

Antusiasme anak-anak terlihat dari semangat mereka dalam mengerjakan setiap soal. Tes ini diharapkan memberikan wawasan penting bagi pihak sekolah, termasuk wali kelas dan guru bidang studi, untuk memahami kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan di dunia sekolah dasar. Hasil tes juga menjadi bahan evaluasi berharga bagi orang tua dalam mendukung perkembangan anak-anak mereka.

Penulis: Anna Septiana T., S.Psi.