Menumbuhkan Cinta dan Bakti di Usia Dini melalui Kegiatan Hari Bakti TK Cinta Kasih Tzu Chi

TK Cinta Kasih Tzu Chi menyelenggarakan Hari Bakti pada Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momen penuh makna untuk menanamkan nilai cinta, rasa hormat, dan bakti kepada orang tua sejak dini. Melalui rangkaian kegiatan yang disusun dengan pendekatan pengalaman langsung, anak-anak diajak memahami bahwa cinta seorang ibu dan ayah bukan hanya kata-kata, tetapi diwujudkan melalui kerja keras, perhatian, dan pengorbanan setiap hari.

Acara diawali dengan aktivitas membuat kartu ucapan untuk orang tua. Dengan penuh antusias, anak-anak menggambar dan menuliskan pesan sederhana yang lahir dari hati mereka. Kata-kata polos namun tulus seperti “Terima kasih ibu”, “Aku sayang ayah”, dan “Maaf kalau aku buat salah” menjadi bukti bahwa nilai bakti dapat tumbuh melalui ungkapan yang sederhana.

Setelah itu, anak-anak mengikuti aktivitas unik yaitu simulasi menjadi ibu hamil. Mereka membawa boneka dan mengikat kain di perut seolah sedang mengandung. Kegiatan ini bertujuan agar anak merasakan bagaimana seorang ibu tetap menjaga dan membawa anaknya kemanapun ia pergi, bahkan saat melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci, atau merapikan ruangan. Dari sini anak belajar bahwa kasih ibu hadir melalui usaha tanpa henti, meski dilakukan dalam kelelahan.

Acara dilanjutkan dengan penampilan per kelas, masing-masing membawa pesan tentang cinta orang tua:

  • Kelas B1: Menyanyikan lagu “Kaulah Ibuku”, mengungkapkan rasa syukur atas sosok ibu yang penuh kasih.
  • Kelas B2: Melantunkan lagu “Kasih Ibu”, yang menggambarkan cinta ibu sepanjang masa.
  • Kelas B3: Menampilkan drama musikal tentang ibu, menghadirkan kisah sederhana tentang perjuangan ibu dalam keseharian hidup.
  • Kelas B4: Menampilkan gerak dan lagu “Happy Family”, membawa suasana ceria tentang rumah yang penuh cinta kasih.

Setelah itu, seluruh siswa menampilkan isyarat tangan “Mama Wo Ai Ni”, sebuah ungkapan cinta dalam bahasa Mandarin yang bermakna “Mama, aku mencintaimu”. Isyarat ini menjadi simbol penghormatan yang lembut dan bermakna.

Bagian paling menyentuh dari acara ini adalah prosesi basuh kaki orang tua. Dengan penuh hormat, anak-anak membasuh kaki ibu atau ayah mereka. Suasana hening dan banyak yang terharu saat anak dengan tangan kecilnya membersihkan kaki orang tua sebagai wujud terima kasih dan permohonan maaf.

Setelah prosesi tersebut, dilanjutkan dengan penyerahan rapot dari anak kepada orang tua. Penyerahan rapor terasa lebih bermakna karena dilakukan bersamaan dengan pesan moral yang ingin dibangun—bahwa perkembangan anak bukan hanya tentang nilai, tetapi juga tentang kepribadian, sikap, dan cinta kasih.

Dua orang tua diberi kesempatan untuk mewakili berbagi pengalaman melalui sesi sharing orang tua, yang berisi tanggapan, cerita, maupun rasa haru atas kegiatan ini. Banyak yang mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuat anak lebih menyadari perjuangan orang tua dan menumbuhkan sikap hormat dalam keseharian. Acara ditutup dengan foto bersama per kelas, sebagai kenangan indah yang akan melekat dalam hati setiap keluarga.

Hari Bakti ini dilaksanakan dengan tujuan untuk:

  • Menanamkan pemahaman bahwa orang tua bekerja keras demi kebaikan anak.
  • Membangun rasa empati anak terhadap perjuangan dan pengorbanan orang tua.
  • Mengembangkan sikap bakti, hormat, dan menghargai orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
  • Membentuk karakter anak agar tumbuh dengan hati yang lembut, penuh rasa terima kasih, dan kesadaran untuk membalas kebaikan orang tua.

Melalui Hari Bakti, TK Cinta Kasih Tzu Chi berharap setiap anak dapat pulang dengan hati yang lebih lembut, memahami cinta orang tua lebih dalam, serta memiliki tekad untuk tumbuh menjadi pribadi yang berbakti. Semoga kegiatan ini menjadi pijakan awal bagi terbentuknya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya dengan budi pekerti, cinta kasih, dan rasa hormat terhadap kedua orang tuanya.

 

Penulis : Kurnia Dewi

Add a Comment

Your email address will not be published.