PEMILOS SMK Cinta Kasih Tzu Chi sebagai Sarana Demokrasi: Suarakan Pilihanmu!

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS di SMK Cinta Kasih Tzu Chi adalah bentuk nyata pendidikan politik langsung di lingkungan sekolah, memberi siswa pengalaman berharga dalam demokrasi yang kelak berguna dalam pemilihan umum sebagai warga negara. Tahun ini, Pemilihan OSIS diselenggarakan pada Senin, 21 Oktober 2024 di Aula Gedung C Lt. 2. Ada tiga pasang kandidat yang siap berkompetisi untuk masa bakti 2024/2025:

  • Paslon 01: Jesseylin Velove Maitridevi & Sintya Paramita
  • Paslon 02: Anzelmus Briant Wilson & Shania Dini Ariani Rahayu
  • Paslon 03: Salwa Ade Herlita & Mily Andorra

Kegiatan dibuka dengan doa, lagu Indonesia Raya, dan sambutan oleh Kepala Sekolah, Bapak Edi Supeno, M.Pd. Setelah itu, Ketua dan Wakil Ketua OSIS sebelumnya, Dwi Larasati dan Viona Tham, menyampaikan Laporan Kerja OSIS masa bakti 2023/2024. Masing-masing paslon kemudian menayangkan video kampanye kreatif mereka dan berpartisipasi dalam Debat Kandidat, yang dipandu oleh Bryan Edward Wijaja. Dalam debat, setiap paslon mengkritisi tiga mosi acak yang dipilih dari fish bowl dan menjawab pertanyaan dari guru.

Setelah debat, pemungutan suara dilakukan secara online melalui website khusus yang dibuat oleh siswa dengan dukungan tim IT SMK Cinta Kasih Tzu Chi. Proses ini diikuti oleh seluruh siswa dan guru, dan tercatat 431 suara masuk. Hasilnya, Paslon 02, Anzelmus Briant Wilson & Shania Dini Ariani Rahayu, terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2024/2025.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan serah terima jabatan dan pelantikan oleh Pembina OSIS, Ibu Eka Inomiaty Panjaitan. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat untuk anggota OSIS 2023/2024 dan sesi foto bersama.

Melalui kegiatan demokrasi ini, siswa belajar pentingnya hak suara dan tanggung jawab sebagai warga sekolah. Selamat bertugas bagi kandidat terpilih! Semoga menjadi inspirasi dalam membangun lingkungan sekolah yang positif dan inklusif bagi semua.

“Jika tidak bersedia melakukan hal-hal kecil, maka hal besar tidak mungkin akan terwujud.” – Master Cheng Yen

Penulis: Eka Inomiaty Panjaitan