Pentingnya Pendidikan Budaya Humanis untuk Pengembangan Karakter

Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi adalah sekolah yang memberikan pendidikan holistik. Selain memberikan pendidikan akademik, penekanan yang tidak kalah penting juga diberikan pada pendidikan budaya humanis dan budi pekerti. Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi juga memiliki visi untuk mewujudkan pendidikan yang berlandaskan pada nilai kemanusiaan dengan membina peserta didik penuh cinta kasih, menanamkan rasa bersyukur, hormat, menyayangi satu sama lain, dan juga peduli terhadap lingkungan.

Untuk mencapai visi tersebut, tentunya dibutuhkan pendidikan budaya humanis untuk mendidik karakter peserta didik di tengah pesatnya kemajuan teknologi. Budaya humanis adalah akar dari semua pembelajaran, baik yang dilaksanakan di dalam kelas maupun di luar kelas. Oleh karena itu, pendidikan budaya humanis perlu ditanamkan kepada peserta didik sejak dini.

Budaya humanis, atau disebut juga dengan ren wen, terdiri dari kata “ren” yang berarti manusia dan “wen” yang berarti sastra. Kata “ren” di sini merujuk pada keteladanan moral insan manusia, dan “wen” artinya warisan sejarah bajik dan indah. Jadi, budaya humanis merupakan pendidikan karakter yang dapat menunjukkan kepribadian diri dengan membangkitkan sifat dan nilai luhur sebagai insan manusia. Dengan keteladanan moral yang dimiliki, seseorang akan menjadi lebih baik, yang tercermin melalui perbuatan baik, bajik, dan indah; bertutur kata dengan santun, serta menjadi contoh dan panduan hidup dari generasi ke generasi.

Budaya humanis termasuk salah satu dari misi Tzu Chi, selain misi amal, misi kesehatan, dan misi pendidikan. Master Cheng Yen sering mengatakan bahwa budaya humanis ada di dalam semua misi Tzu Chi, dan semua misi Tzu Chi dilandasi oleh budaya humanis. Untuk itu, ada tiga pilar yang harus menjadi landasan utama dari pendidikan budaya humanis, yaitu bersyukur (gan en), menghormati (zun zhong), dan mengasihi (ai). Ketiga pilar ini sangat penting bagi setiap insan untuk bisa bersyukur, saling menghormati, dan saling mengasihi. Pilar-pilar ini juga bertujuan untuk menyucikan hati manusia dan membina jiwa kebijaksanaan.

Melalui pendidikan budaya humanis, peserta didik dapat melakukan banyak hal positif dengan menerapkan pendidikan keterampilan sehari-hari, pendidikan keterampilan hidup, pendidikan karakter, dan pendidikan lingkungan, seperti tata cara makan, duduk, berjalan, tata cara berpakaian, bervegetarian, dan lain-lain.

Selain pendidikan keterampilan, pembelajaran di kelas budaya humanis juga mencakup budaya dan filosofi penyajian teh, yang mengajarkan prinsip-prinsip kehidupan, perilaku yang baik, serta nilai-nilai budaya Tionghoa yang terintegrasi di dalamnya. Ada juga kelas merangkai bunga, yang merupakan ajaran Jing Si, dan seni yang mengindahkan batin, yang dapat dijadikan sebagai ladang pelatihan diri dan pembelajaran kata perenungan agar peserta didik dapat merefleksikan diri dan menerapkan makna dari kata perenungan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Diharapkan peserta didik dapat menerapkan pendidikan budaya humanis ini dengan baik, sehingga dapat membentuk generasi muda yang memiliki kompetensi ilmu yang baik, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, serta mampu berkontribusi membangun bangsa dan negara. Sebagaimana Master Cheng Yen pernah mengatakan, “Pendidikan anak adalah mengajarkan tata krama, mengasuh budi pekerti, menunjukkan jalan, dan memandu ke arah yang benar.”

By: Iriwaty

One thought on “Pentingnya Pendidikan Budaya Humanis untuk Pengembangan Karakter”

    1. emielda ayu shantika August 27, 2024

      mengenal karakter siswa sangatlah penting

    Comments are closed.