595 Berani Kotor Itu Baik: Semangat Jumat Bersih di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi
Kepedulian terhadap lingkungan tidak dibangun secara instan. Dibutuhkan proses panjang yang dimulai dari kebiasaan sejak dini, salah satunya adalah memilah sampah. Di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, kegiatan pilah sampah menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan dan bertanggung jawab.
Program pilah sampah di sekolah ini merupakan wujud nyata dari pendidikan karakter yang didasarkan cinta kasih. Sejak dini, para siswa diajak untuk memahami bahwa sampah bukan sekedar buangan, melainkan sesuatu yang dapat dikelola dengan bijak agar tidak merusak lingkungan. Program pilah sampah tersebut direalisasikan melalui kegiatan Jumat Bersih.
Suasana penuh semangat terlihat di lingkungan sekolah pada Jumat, 12 September 2025. Anak-anak kelas 6D melaksanakan program Jumat Bersih bersama wali kelas, beberapa guru pendamping, dan daai mama. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan mengelompokkan sampah anorganik berdasarkan bentuk dan bahan dasar pembuatnya seperti plastik, kertas, dan botol.
Bu Intan selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Bersih merupakan bagian dari pendidikan karakter yang rutin dilakukan di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk memahami pentingnya budaya hidup bersih, peduli lingkungan, dan mengurangi sampah yang mencemari alam.
“Anak-anak belajar bahwa sampah bukan hanya dibuang, tetapi juga harus dipilah agar bisa didaur ulang dan dimanfaatka Kembali. Kami berharap kebiasaan baik ini dapat diterapkan di rumah dan masyarakat” ujarnya.
Kenaniah, salah satu siswa kelas 6D mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena dapat belajar menjaga lingkungan Bersama teman-temannya. Menurutnya kegiatan Jumat Bersih membuatnya lebih sadar bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama.
Melalui kegiatan Jumat Bersih, Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi menunjukkan bahwa aksi sederhana seperti memilah sampah dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. Semangat gotong-royong yang ditanamkan sejak dini diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih peduli terhadap masa depan.
Oleh: Tyas Putri Utami, S.Pd.