GPL: Dari Sekolah untuk Bumi
Indonesia terkenal di dunia karena kekayaan sumber daya alam, keragaman budaya, dan keindahan alamnya. Pada Februari 2022, Indonesia bahkan dinobatkan sebagai “The Most Beautiful Country in The World” dengan skor keindahan alam sebesar 7,7 dari 10. Sayangnya, prestasi ini berbanding terbalik dengan masalah sampah yang mengakar di negeri ini. Ironisnya, Indonesia juga berada di peringkat ketiga sebagai negara penyumbang sampah terbesar dunia, dengan sekitar 3,4 juta ton sampah per tahun.
Salah satu faktor penyebabnya adalah minimnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Sebagian besar warga belum memiliki komitmen kuat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Persoalan ini membutuhkan solusi nyata, salah satunya adalah dengan membangun kesadaran diri akan pentingnya merawat lingkungan melalui gerakan peduli lingkungan.
Menciptakan Generasi Peduli Lingkungan
Melihat situasi ini, Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi berinisiatif ikut serta dalam upaya menyelamatkan lingkungan melalui Gerakan Peduli Lingkungan (GPL). Gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kebersihan sejak dini. Melalui pendekatan langsung, sekolah mengajarkan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari untuk menjaga kelestarian bumi.
Dimulai dari Diri Sendiri
Setiap hari Selasa dan Jumat, seluruh siswa dan guru Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi membawa sampah plastik dari rumah. Sampah ini dikumpulkan di titik-titik tertentu di setiap pintu gerbang sekolah. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan dipindahkan ke depo pelestarian lingkungan Tzu Chi.
Meskipun tampak sederhana, gerakan ini melahirkan dampak besar. Dengan GPL yang berlangsung rutin dua kali seminggu, siswa dan guru berkontribusi nyata dalam upaya menyelamatkan bumi. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa, tetapi juga sejalan dengan misi Tzu Chi Indonesia yang didirikan oleh Master Cheng Yen, yakni pelestarian lingkungan.

“Tangan yang melakukan pelestarian lingkungan adalah tangan yang paling indah.”
~ Master Cheng Yen ~
Penulis : Edeltrudis Elu, S.Kom.