Kasih Itu Tak Terlihat Namun Terasa

Kasih yang sejati tidak selalu membutuhkan bukti yang terlihat dengan mata. Ia lebih banyak terlihat dari perasaan yang dirasakan oleh orang yang menerimanya. Dengan berbagi kasih dengan sesama, kita bisa memberi ruang bagi orang lain untuk merasa dihargai dan dihormati.

Master Cheng Yen mengatakan bahwa “Beramal bukanlah hak khusus orang kaya, melainkan wujud kasih sayang semua orang yang penuh ketulusan.” Berbagi kasih bukan hanya tentang memberi sesuatu yang bersifat fisik. Ketika kita berbagi kasih, kita sedang menanamkan benih kebaikan yang bisa tumbuh dan berbuah di hati orang lain.

Berbagi kasih memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menyembuhkan luka-luka emosional. Kadang kita merasa terperangkap dalam rasa sakit, kekecewaan, atau kebingungan. Namun, kasih bisa mengubah segalanya. Bahkan di saat yang paling kelam, kasih mampu memberikan cahaya yang menuntun kita keluar dari kegelapan.

Berbagi kasih bukan hanya membuat dunia lebih indah, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk lebih peduli terhadap sesama. Semakin kita memberi sesuatu kepada orang lain, semakin kita membuka diri untuk menerima sesuatu dari orang lain. Dalam siklus yang tak terputus, kasih itu terus berkembang dan menyebar, membawa kebaikan bagi banyak orang.

Tidak ada yang lebih berharga daripada kasih yang kita berikan kepada orang lain. Kasih itu tidak mengenal batasan, tidak mengenal ras, agama, atau status sosial. Ia adalah bahasa universal yang dipahami oleh semua orang, dan ia memiliki kekuatan untuk menghubungkan hati-hati yang jauh dan mengatasi perbedaan yang ada.

Ditulis oleh Agus Handoko.