Digitalisasi Pembelajaran Melalui Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel / IFP) di SD Cinta Kasih Tzu Chi

Oleh : Anton Setiyanto

Dikutip dari kemendikdasmen.go.id mengenai Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas dengan mendistribusikan secara gratis Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP), yang dilaksanakan mulai 15 Agustus 2025 untuk 288.865 sekolah, sampai dengan 16 Nopember 2025 sekitar 173 ribu panel sudah tiba diberbagai sekolah di Indonesia baik mulai Tingkat SD-SMA, diharapakan pemberian panel ini dapat mempercepat transformasi digital pendidikan nasional dan menghadirkan layanan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan merata di seluruh Indonesia.

SD Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng, Jakarta Barat, salah satu SD yang sudah mendapatkan panel tersebut dan juga berkesempatan mengikuti pelatihan IFP dari Kemendikdasmen melalui salah satu guru Informatika SD ibu Darningsih, S.T. menyampaikan bahwa program tersebut sangat bermanfaat bagi guru-guru dalam pembelajaran khususnya dari sisi interaktif, siswa bisa terlibat langsung dalam proses pembelajaran, mempermudah akses sumber belajar, dan tentunya meningkatkan kompetensi dari guru itu sendiri.

Selain menjadi peserta pelatihan penggunaan IFP dari Kemendikbud, Ibu Darningsih juga mendapatkan berkah dan kepercayaan untuk melaksanakan Pengimbasan Penerapan IFP bagi guru-guru internal SD Cinta Kasih Tzu Chi dan juga guru-guru SD wilayah Cengkareng Timur. Salah satu Wali Kelas SD Cinta Kasih Tzu Chi Miss Fatmi, S. Pd. Yang sudah mencoba dan menerapkan IFP di kelas dalam pembelajaran sehari-hari menyampaikan hal yang senada, beliau mengatakan proses pembelajaran dengan IFP membuat pembelajaran jadi lebih menyenangkan melalui sumber belajar yang mudah diakses, game edukatif yang fun, dan interaksi siwa yang sangat bersemangat ingin mencoba Papan Digital tersebut. Saya sendiri yang juga telah menerapkan pembelajaran menggunakan IFP tersebut juga merasakan hal yang serupa, IFP sangat membantu, interaktif, dan juga visioner untuk percepatan digitalisasi pembelajaran di Indonesia dan juga meningkatkan kompetensi guru-guru di Indonesia.

Tentu saja karena program ini masih baru, ditemukan juga beberapa kendala seperti, pendistribusian yang belum merata, administrasi yang masih rumit, kondisi sekolah yang belum memadai terutama listrik dan internet, serta pelatihan yang mungkin saja belum maksimal. Namun saya rasa kita harus tetap mendukung program tersebut dan berharap pemerintah melalui Kemendikdasmen dapat memberikan Solusi atas tantangan dan kendala tersebut.

Jadi, sebagai guru, pendapat akhir saya terhadap program ini sangat mendukung dan berharap bisa dilanjutkan dan dimaksimalkan sehingga harapan pemerintah untuk mempercepat transformasi digital pendidikan nasional dan menghadirkan layanan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan merata di seluruh Indonesia dapat terwujud secara merata. Yuk Digitalisasi Pendidikan!.

Add a Comment

Your email address will not be published.