Membangun Empati, Menebarkan Kasih

SMK Cinta Kasih Tzu Chi dikenal sebagai sekolah yang tidak hanya mengajarkan budi pekerti dan nilai-nilai kebajikan secara teori, tetapi juga mendorong penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu caranya, yaitu melalui kegiatan Tzu Shao yang menjadi wadah untuk mengembangkan kepedulian terhadap sesama. Mengusung tema “Remaja Berempati, Remaja Penuh Kasih”, Tzu Shao Men diajak untuk memahami pentingnya empati serta perwujudannya lewat tindakan sederhana yang bermakna bagi orang lain.

Pada Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, Tzu Shao Men berkumpul di Lapangan Outdoor untuk mengisi daftar hadir. Sesudah itu, Tzu Shao Men berbaris bersama mentor untuk diarahkan menuju Aula Gedung A lantai 3. Kegiatan diawali oleh Gege Gabriel selaku MC, dilanjutkan dengan berdoa menurut kepercayaan masing-masing. Kemudian, Tzu Shao Men memberikan penghormatan kepada Shi Gong, lalu menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Tak lupa dengan Ikrar Tzu Shao yang dibacakan secara lantang. Berikutnya, suasana dibuat bersemangat melalui lagu “Menyingsing Fajar” yang dinyanyikan bersama sembari melakukan gerakan isyarat tangan.

Setelah itu, Shibo Edi selaku Kepala SMK Cinta Kasih Tzu Chi menyampaikan kata sambutan. Beliau menekankan bahwa sikap tanggung jawab dan kedisiplinan wajib dimiliki oleh tiap individu sejak dini. Kegiatan dilanjutkan dengan tayangan kilas balik Tzu Shao bulan Juli yang dimeriahkan aktivitas pos to pos. Tiba sesi yang ditunggu-tunggu, yakni ice breaking berjudul “Copy It!” dipandu oleh Jiejie Callysta dan Jiejie Aprilia, di mana Tzu Shao Men wajib mengikuti bentuk origami sesuai instruksi. Gelak tawa dan antusiasme para peserta membuat suasana aula semakin ceria.

Memasuki sesi utama, Jiejie Amanda dan Jiejie Beatricia selaku tim Tzu Ching memaparkan materi bertema “Remaja Berempati, Remaja Penuh Kasih” dengan tagline “Belajar Memahami, Peduli, dan Bertindak”. Materi tersebut mengajak Tzu Shao Men memahami pentingnya saling memaklumi dan menghargai posisi satu sama lain. Empati tidak hanya diwujudkan melalui perkataan, tetapi juga melalui kepedulian dan tindakan nyata. Pemahaman tersebut diperkuat melalui sesi refleksi. Tzu Shao Men terpilih mengikuti role play dengan memerankan situasi sebagai teman yang tidak suportif. Usai materi, aula kembali dipenuhi rasa khidmat seiring sesi tayangan ceramah Shi Gong berlangsung.

Kemudian, Gege Dharma Santoso dan Jiejie Michelle membagikan sharing singkat tentang pemahaman mereka mengenai sikap peduli dan tindakan yang dapat memberikan dampak positif bagi orang lain. Sebelum seluruh rangkaian kegiatan berakhir, Tzu Shao Men berbaris rapi untuk mengambil konsumsi. Sebelum makan, Tzu Shao Men menyanyikan lagu “Gan En Ge” dan berdoa sebagai ungkapan syukur.

Sebagai penutup, Tzu Shao Men berdiri dalam sikap anjali sembari menyanyikan doa “Cinta dan Damai”, lalu memberikan penghormatan terakhir kepada Shi Gong. Demikianlah Tzu Shao bulan Agustus yang dilaksanakan secara tertib dan khidmat.

 

Penulis: Nicely Carla Safira

Add a Comment

Your email address will not be published.