MPLS Berbudaya Humanis di SD Cinta Kasih Tzu Chi

Pagi yang cerah, matahari  menampakkan dirinya  dengan pancaran cahaya yang terang, seolah memberi isyarat  penyambutan bagi para peserta didik baru untuk mulai  menimba ilmu di sekolah baru; SD Cinta Kasih Tzu Chi, sekolah berbasis Budaya Humanis, sekolah laboratorium Pancasila  yang unik dengan ragam suku, agama, dan bangsa dalam lingkungan yang harmonis, toleransi dan nyaman.

Terdengar sahutan dari kejauhan  lagu “hari ini hari pertamaku“ diputar di sekolah. Lagu ini menggambarkan semangat dan kegembiraan siswa-siswa baru yang akan memulai perjalanan mereka di dunia pendidikan. Dengan lirik yang ceria dan penuh harapan, MPLS SD menjadi simbol dari momen berharga dalam kehidupan anak-anak. Selain sebagai pengantar tahun ajaran baru, lagu MPLS SD juga memiliki makna yang lebih dalam tentang pentingnya pendidikan dan keterlibatan dalam kegiatan sekolah. Lagu ini mengajak siswa untuk berpartisipasi aktif dalam belajar dan berkontribusi pada lingkungan sekolah. Dengan semangat yang dibawa oleh lagu ini, diharapkan anak-anak dapat menghadapi tantangan pendidikan dengan optimisme dan antusiasme yang tinggi.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah periode penting bagi siswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. MPLS bertujuan memperkenalkan siswa pada budaya, norma, dan tata tertib sekolah, serta membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru. Namun, untuk mencapai tujuan ini, penting bagi sekolah untuk memastikan bahwa MPLS dilaksanakan dengan cara yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak.

Transisi PAUD ke Sekolah Dasar menjadi masa yang penting bagi anak-anak. Mereka akan masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi sekaligus masuk pada lingkungan baru. Sekolah perlu mempersiapkan agar masa MPLS bagi peserta didik baru yang secara psikologis juga memasuki jenjang sekolah dengan struktur pembelajaran yang berbeda. Keterlibatan orang tua dalam masa MPLS sangat penting untuk kesuksesan adaptasi anak.

Tujuan utama MPLS adalah membantu siswa mengenal lingkungan sekolah, membiasakan diri dengan jadwal dan kegiatan sekolah, serta mengenal guru dan staf. Selain itu, MPLS juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, komunikasi, dan kepemimpinan. Adaptasi keterampilan sosial sangat prioritas bagi transisi anak dari PAUD ke SD, karena itu kegiatan MPLS harus direncanakan secara matang, karena Perencanaan yang matang adalah kunci untuk menyelenggarakan MPLS yang sukses. Sekolah perlu membentuk tim khusus yang bertanggung jawab atas pelaksanaan MPLS. Tim ini harus terdiri dari guru, staf, dan siswa lama/kelas atas yang terlatih untuk membimbing siswa baru khususnya untuk menemani masa transisi. Langkah pertama dalam perencanaan adalah menyusun jadwal kegiatan yang jelas dan terstruktur. Kegiatan harus dirancang sedemikian rupa sehingga memberikan informasi yang dibutuhkan siswa tanpa membuat mereka merasa terbebani atau stres. Kebiasaan-kebiasaan di PAUD seperti belajar sambil menyanyi dan bermain penting dilakukan pada fase adaptasi MPLS.

Kegiatan MPLS di SD Cinta Kasih Tzu Chi terbagi dua, yaitu kegiatan MPLS untuk kelas 1 diselenggarakan selama 3 hari dari tanggal 8-10 Juli 2024, sedangkan untuk kelas 2-6 dilaksanakan 1 hari, dengan melibatkan pengelola sekolah, guru kelas, guru bidang studi dan orang tua.

MPLS kelas 1 diisi dengan kegiatan berdoa, ice breaking, menyanyi Bersama, pengenalan dengan guru, pengenalan sesama siswa, tur sekolah, pengenalan ruangan dan fasilitas sekolah. Tidak ketinggalan diperkenalkan tata tertib sekolah, pembuatan kesepakatan kelas, aktivitas menggambar, mewarnai, dan makan sehat.

MPLS memperkenalkan silent sitting, Budaya Humanis yang merupakan ciri khas di sekolah Cinta Kasih, penekanan akan konsep Gan en (bersyukur), Zun Zhong (menghormati) Ai (cinta kasih), pentingnya pelestarian lingkungan melalui pengumpulan sampah daur ulang setiap hari Selasa dan Jumat, pilah sampah di sekolah, serta pengenalan cara pembelajaran di tingkat SD. MPLS ditutup dengan refleksi dan kepulangan diantar oleh guru kepada orang tua.

MPLS SD Cinta Kasih Tzu Chi bukan hanya dilakukan di kelas 1, kelas 2-6 pun melaksanakan MPLS selama satu hari dengan tujuan untuk mengingatkan kembali tentang norma, tata tertib, budaya humanis, serta kepedulian lingkungan, agar mereka bisa terus bersumbangsih dan berbuat kebaikan sebagai wujud  melestarikan cinta kasih universal.

MPLS sudah seharusnya merupakan kegiatan yang edukatif dan menyenangkan, dalam iklim lingkungan yang inklusif dan bebas dari perpeloncoan. Dengan melibatkan orang tua, mengutamakan kesehatan dan keamanan, serta menyediakan dukungan lanjutan, sekolah dapat menciptakan pengalaman MPLS yang positif dan bermanfaat bagi siswa baru. Implementasi yang baik dari MPLS akan membantu siswa merasa lebih nyaman, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan di lingkungan sekolah yang baru.

Hal ini sesuai dengan kata perenungan Master Cheng Yen ““Pendidikan anak adalah mengajarkan tata krama, mengasuh budi pekerti, menunjukkan jalan dan memandu ke arah yang benar.

Penulis : Pahru. S.Pd.I., M.Pd.

Add a Comment

Your email address will not be published.