Upacara Bendera untuk Anak Usia Dini, Apakah Penting?

Penulis: Wuri Darmiati
Setiap hari Senin atau pada hari besar nasional, sering dijumpai upacara bendera di sekolah-sekolah bahkan di instansi pemerintah. Hal itu sudah biasa. Nah, pernahkah Anda melihat siswa TK melaksanakan upacara bendera? Dan luar biasanya lagi, petugasnya juga anak usia TK. Bisakah mereka melakukan tugasnya dengan benar?
Dalam kegiatan ini, tentu saja tujuan utamanya bukanlah kesempurnaan anak dalam melaksanakan tugas yang diberikan, namun lebih kepada nilai karakter yang dapat ditanamkan kepada anak usia dini.
Karakter yang Dibangun Sejak Dini
- Nilai Sosial Emosional dan Ketahanan Fisik Karakter pertama yang dapat dikembangkan adalah nilai sosial emosional, yaitu kesabaran anak dalam mengikuti kegiatan dengan berbaris pada tempatnya selama upacara berlangsung. Hal ini juga dapat melatih ketahanan fisik anak karena selama upacara, anak harus berdiri selama kurang lebih 30 menit. Bagi kita orang dewasa, itu bukanlah sesuatu yang sulit, namun bagi anak-anak tentu penuh perjuangan untuk mengikuti kegiatan upacara hingga selesai.
- Kedisiplinan dan Cinta Tanah Air Yang kedua adalah melatih kedisiplinan. Di TK Cinta Kasih Tzu Chi, kegiatan upacara dilaksanakan rutin setiap hari Senin jam 07.00 WIB. Anak-anak diminta membawa topi, berpakaian rapi, dan datang tepat waktu. Walaupun peran orang tua di sini sangat penting, namun anak yang sudah terbiasa mengetahui jadwal upacara setidaknya akan mengingat bahwa mereka harus datang tepat waktu dan menjadi sebuah motivasi tersendiri. Selain itu, dengan adanya upacara bendera, anak lebih memahami makna aktivitas yang dilakukan seperti penghormatan kepada bendera merah putih, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan membacakan teks Pancasila, sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangsa.
- Keberanian dan Percaya Diri Keberanian dan rasa percaya diri juga dapat dikembangkan dalam kegiatan upacara bendera. Setiap anak akan mendapat giliran untuk tampil di hadapan guru dan teman-temannya menjadi petugas upacara. Pemimpin upacara dibimbing agar berani maju serta memberikan instruksi dengan suara yang tegas dan penuh percaya diri. Pembaca susunan acara, pembawa bendera dan teks Pancasila, serta dirijen, semuanya harus berani maju di hadapan peserta upacara sesuai tugas yang diberikan.
Nilai-nilai karakter yang ditanamkan selama upacara berlangsung, tentunya kelak dapat bermanfaat bagi anak untuk masa depannya. Cinta tanah air, pengendalian emosi, kesabaran, kedisiplinan, keberanian, rasa percaya diri, kemandirian, dan juga kemampuan untuk melatih fisik motorik merupakan aspek perkembangan yang sangat penting bagi anak usia dini sebagai fondasi menuju ke jenjang selanjutnya.
Lalu bagaimana menurut Anda, apakah upacara bendera untuk anak usia dini itu penting untuk dilakukan?
