Mendorong Guru dan Siswa SMP Cinta Kasih Tzu Chi Aktif Bergerak melalui Jumat Sehat

Di tengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari yang padat, menjaga kesehatan menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pelajar dan guru. Waktu sering kali menjadi kendala terbesar untuk berolahraga. Namun, pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi menginisiasi program “Jumat Sehat” sebagai inovasi yang sangat diperlukan. Sehat jasmani dan rohani merupakan modal utama dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Olahraga adalah salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Dengan berolahraga, tubuh dapat menghilangkan racun, menjaga kekebalan tubuh, mengurangi stres, menguatkan otot, dan memperbaiki sistem kardiovaskular. Selain itu, olahraga membantu mengontrol berat badan, mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes, serta meningkatkan produksi hormon endorfin—hormon yang membantu menghilangkan rasa sakit, stres, dan meningkatkan perasaan bahagia.

Jumat Sehat di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi

Salah satu agenda rutin di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi adalah program “Jumat Sehat.” Program ini melibatkan senam bersama yang menjadi langkah positif dalam mengenalkan pola hidup sehat kepada siswa dan seluruh warga sekolah. Di banyak sekolah, setiap hari Jumat, siswa dan guru berkumpul untuk berolahraga bersama, termasuk senam, jogging, yoga, dan permainan lainnya. Di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, implementasi “Jumat Sehat” berupa senam bersama yang melibatkan siswa, guru, dan staf, sehingga menciptakan ikatan yang kuat dalam komunitas pendidikan.

Di SMP Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng, Jakarta Barat, program senam bersama dilaksanakan setiap dua minggu sekali, pada hari Jumat, yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. Program ini dipandu oleh guru olahraga, dengan Arie Suhayanto, S.Pd. dan Tju Suminar Ayu, S.Pd. sebagai instruktur.

“Merasa semangat dan segar kembali setelah senam bersama,” ujar Kristian Mulyaningtyas, guru mata pelajaran Seni Budaya. “Saya merasa bahagia karena ada waktu untuk kebersamaan dengan guru-guru dan siswa-siswi,” jelas Nurhayati, guru IPA, yang merupakan peserta senam bersama. “Saya merasa lebih sehat, semangat, dan bahagia setelah mengikuti Jumat Sehat minggu lalu,” jelas Melvin Vesakha, siswa kelas 8E. “Karena saat senam bersama, saya melakukannya dengan penuh semangat,” tambahnya.

Gerakan “Jumat Sehat” tidak hanya bermanfaat bagi aspek fisik, tetapi juga berdampak positif pada berbagai aspek kehidupan, di antaranya:

  1. Menciptakan kesadaran akan pentingnya kesehatan di lingkungan pendidikan, khususnya di kalangan pelajar. Mereka belajar bahwa kesehatan adalah investasi untuk masa depan.
  2. Membangun lingkungan sosial yang sehat di sekolah, yang membantu terciptanya hubungan harmonis antara siswa dan guru.
  3. Menciptakan kebiasaan sehat di sekolah, yang kemungkinan akan berlanjut hingga dewasa, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan individu dan masyarakat.

Dengan mengintegrasikan olahraga ke dalam kegiatan sekolah, kita tidak hanya menciptakan generasi yang lebih sehat, tetapi juga masyarakat yang kuat dan produktif. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama mendukung gerakan “Jumat Sehat” dan menjadikannya bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini, kita tidak hanya merayakan kesehatan setiap hari Jumat, tetapi juga membangun masyarakat yang tangguh dan kuat di masa depan.

Penulis: Tju Suminar Ayu